Suara Milik Rakyat

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D
Angkor4D : Agen Sabung Ayam Terbaik | Togel Online | SPORTSBOOK
KampusQQ

Jumat, 15 Maret 2019

Pria Bekasi Digugat Rp 5,1 Miliar Karena Hamili Pacarnya

Pria Bekasi Digugat Rp 5,1 Miliar Karena Hamili Pacarnya

Suara Milik Rakyat ~ Kisah cewek di Bekasi ini sungguh miris. Dia ditinggalkan pacarnya dalam kondisi hamil hingga bayinya meninggal ketika usia baru 1,5 bulan. Cewek ini pun tak terima atas perbuatan sang pacar dan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Bekasi dengan nilai gugatan Rp 5,1 miliar.

Dirangkum detikcom, Jumat (15/3/2019), cewek dan cowok itu berkenalan pada 24 Juli 2015. Mereka dikenalkan oleh teman mereka. Dari perkenalan itu, keduanya pun akhirnya pacaran.

Pada 25 Desember 2016, si cowok mengajak ceweknya pergi ke toko boneka. Namun tiba-tiba kendaraan dibelokkan ke arah hotel di daerah Bekasi.

Si cewek awalnya curiga tapi tak kuasa menolak karena cowok malah marah. Di kamar hotel, cewek itu akhirnya digagahi. Keperawanan cewek hilang seketika.

Setelah itu, si cowok mengulangi lagi persetubuhan itu berkali-kali dan si cewek tidak kuasa melawannya. Kehamilan tidak terhindarkan.

Saat perut semakin membesar, si cowok melancarkan jurus hidung belang. Dari mulai menghilang hingga tidak mau bertanggung jawab. Bahkan si cowok memarahi dan meminta si cewek menggugurkan janin dengan menyuruh meminum jamu-jamu tradisional.

Namun jalan Tuhan berkata lain. Janin itu tetap berkembang hingga bayi itu lahir pada 31 Januari 2018. Meski lahir sehat, kesehatan si bayi terus menurun hingga meninggal 1,5 bulan setelahnya.

Setelah dipikir panjang, si cewek akhirnya melayangkan gugatan atas si cowok karena si cowok tidak mau dimintai tanggungjawab. Si cewek meminta majelis hakim menghukum si cowok memberikan ganti rugi materiil Rp 100 juta dan kerugian imateriil Rp 5 miliar. Si cewek juga meminta uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1 juta untuk setiap hari keterlambatan dalam melaksanakan putusan setelah mempunyai kekuatan hukum tetap.

PN Bekasi juga membenarkan soal gugatan tersebut. Gugatan itu sudah berjalan dan saat ini sedang masuk ke agenda pembuktian.

"Benar ada gugatan itu. Nomor perkara 456/Pdt.G/2018/PN.Bks," kata juru bicara PN Bekasi Djuyamto kepada wartawan.

Sidang dipimpin oleh Abdul Ropik dengan anggota majelis hakim Adi Ismet dan Donald Panggabean.

"Sidang masih pembuktian dengan pemeriksaan saksi. Ketua majelis Abdul Ropik dengan anggota Adi Ismet dan Donald Panggabean," ujarnya.


ARTISQQ
Share:

Kamis, 14 Maret 2019

2 Teman Teroris Sibolga Di Ringkus Densus 88, Ini Perannya

2 Teman Teroris Sibolga Di Ringkus Densus 88, Ini Perannya


Suara Milik Rakyat ~ Liputan6.com - Densus 88 Antiteror Polri meringkus dua terduga teroris lainnya di Sibolga, Sumatera Utara. Masing-masing berinisial AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul. Keduanya merupakan teman terduga teroris, Husain alias Abu Hamzah yang lebih dulu ditangkap di Sibolga.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Ameng ditangkap di Jalan Kutilang, Kecamatan, Sibolga Selatan. Dia berperan sebagai penyandang dana dalam kelompok Sibolga.

"Dia penyandang dana untuk membeli berbagai kebutuhan untuk merakit bom, sebesar Rp 15 juta," ujar Dedi soal penangkapan terduga teroris itu di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Dari tangan Ameng, kepolisian menyita barang bukti berupa satu buah rompi berisi 10 bom pipa dan satu kardus berisi bahan peledak yang masih diperiksa di laboratorium forensik.

Sementara Ogek yang ditangkap di Jalan Singsingmangaraja, Kota Sibolga, berperan aktif dalam merencakan amaliah. Dia juga turut menyimpan bahan peledak.

Setidaknya, ada sekitar 300 kilogram bahan peledak yang diamankan polisi dari para terduga teroris itu. "Ini cukup besar," kata Dedi. ARTISQQ


Terus Mengembangkan

Densus 88 terus mengembangkan penyelidikan terhadap kelompok Sibolga itu. Polisi curiga, masih banyak rekan Abu Hamzah yang belum ditangkap mengingat jumlah barang bukti yang disita sangat banyak.

"Tentunya butuh anggaran yang cukup besar untuk bisa membeli bahan baku tersebut. Kita masih mendalami siapa yang berperan sebagai penyandang dana terhadap kelompok Sibolga ini," ucap Dedi memungkasi.

Sebelumnya, Husain alias Abu Hamzah diangkap Densus 88 Antiteror Polri di Sibolga pada Selasa 12 Maret 2019 sekitar pukul 14.23 WIB. Dalam operasi itu, sebuah bom meledak dari dalam rumah pelaku yang melukai petugas kepolisian dan warga setempat. ARTISQQ

Saat itu, polisi baru bisa menangkap Husain. Sementara istri dan anaknya memilih bertahan di dalam rumah yang tersimpan banyak bom rakitan. Aparat terus melakukan negosiasi untuk membujuk istri dan anak Husain menyerahkan diri.

Namun negosiasi akhirnya gagal setelah istri Husain memilih meledakkan diri menggunakan bom rakitan dari dalam rumahnya pada Rabu sekitar pukul 02.00 WIB. Istri dan anak Husain tewas dalam peristiwa tersebut.


ARTISQQ
Share:

Rabu, 13 Maret 2019

10 Jam Negosiasi Akhirnya Ledakkan Diri, Suami Terduga Akui Istri Lebih Militan

10 Jam Negosiasi Akhirnya Ledakkan Diri, Suami Terduga Akui Istri Lebih Militan


Cici imut - TRIBUNNEWS.COM ~ Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, meledakkan diri sekira pukul 02.00 WIB, Rabu (13/3/2019).

Terkait hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan jika Abu Hamzah mengungkap bila istrinya lebih militan atau memiliki pemahaman yang lebih keras daripada dirinya.

Karena itu, meski telah dilakukan negosiasi kurang lebih 10 jam, istri terduga teroris memilih meledakkan dirinya sendiri.

"Abu Hamzah menyampaikan kepada penyidik densus, istrinya lebih keras pemahamannya dibanding dia sendiri. Lebih militan istrinya. Makanya setelah dilakukan negosiasi dan imbauan selama hampir 10 jam, istrinya nekat melakukan suicide bombernya itu," ujar Dedi, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019).

Menurut Dedi, pihaknya telah berupaya meyakinkan istri terduga teroris agar tidak melakukan peledakan diri yang membahayakan keselamatan dirinya dan sang anak.

Upaya itu pun dilakukan dengan imbauan dari tokoh masyarakat, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto, bersama Bupati, Kapolres, dan Dandim setempat.

"Padahal kita sudah meyakinkan di situ ada anak kecil, kasihan, terus kami coba imbau. Dengan tokoh masyarakat juga diimbau terus," kata dia.

Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil, meski Abu Hamzah juga telah terjun meyakinkan sang istri untuk tidak meledakkan diri. ARTISQQ

Jenderal bintang satu itu mengatakan istri terduga teroris lebih kuat terpapar paham ISIS dibanding Abu Hamzah.

"Ya termasuk si Abu Hamzah itu sempat menyampaikan imbauan kepada istrinya. Tapi Abu Hamzah menyampaikan kepada petugas istrinya lebih kuat terpapar paham ISIS dibanding Abu Hamzah sendiri," kata Dedi.


ARTISQQ
Share:

Senin, 11 Maret 2019

Dilarang Lapor ke Polisi, Jika Ada Nasabah Yang Tabungannya Terkuras



Suara Milik Rakyat ~ Suhartoyo (58) hingga kini belum melaporkan kasus terkurasnya tabungan miliknya senilai Rp 65 juta ke polisi. Nasabah Bank BRI asal Dusun Ngepung, Desa Berat Wetan, Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini mengaku dilarang pihak bank untuk melapor ke polisi.

Suhartoyo mengaku telah mengadukan terkurasnya tabungan miliknya ke kantor cabang BRI di Jalan Majapahit, Kota Mojokerto pada Sabtu (19/1/2019). Dia juga mendapatkan cetakan rekening koran dari bank pelat merah tersebut yang menunjukkan riwayat transaksi pada rekeningnya. Transaksi kurang dari 10 menit pada Jumat (18/1/2019) itu mengakibatkan tabungan Suhartoyo terkuras senilai Rp 65 juta.

Saat mengadu ke kantor cabang BRI Mojokerto, lanjut Suhartoyo, dirinya diminta menunggu selama 20 hari. Menurut dia, pihak bank masih menelusuri penyebab terkurasnya tabungan miliknya. Namun hingga sebulan lebih, pihak bank tak kunjung memberinya kejelasan. Bahkan dia sudah 3 kali datang ke bank menanyakan kasus yang menimpanya.

"Saya diminta menunggu. Kata petugas bank daripada susah-susah ke sini (ke kantor cabang BRI Mojokerto), saya disuruh telepon saja di nomor ini, saya diberi nomor. Kalau saya tak ke sana ya tak ada kabar," kata Suhartoyo kepada wartawan di rumahnya, Senin (11/3/2019).

Duda yang tak mempunyai anak ini mengaku sempat meminta izin ke petugas bank BRI cabang Mojokerto untuk melapor ke polisi. Namun, pihak bank melarangnya. Kini Suhartoyo kebingungan untuk mencari tahu penyebab raibnya tabungan miliknya. ARTISQQ

"Apa perlu saya lapor ke polisi? Tidak usah, di sini kan sudah ada polisi. Intel-intel BRI masih nyari. Makanya tunggu, nanti dikasih kabar," ungkap Suhartoyo sambil menirukan perkatakan pegawai bank BRI cabang Mojokerto.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Julian Kamdo Waroka memastikan belum menerima laporan dari korban terkait kasus terkurasnya tabungan di Bank BRI ini. "Saya tadi cek sampai ke polsek (Gedeg), belum ada laporan," terangnya.

Waroka menjelaskan, kasus dugaan penipuan yang dialami Suhartoyo merupakan delik aduan. Menurut dia, pihaknya baru melakukan penyelidikan setelah korban membuat laporan polisi.

"Silakan nasabahnya melaporkan. Karena ini delik aduan," tegasnya.

Dia mengaku tak memahami adanya polisi atau intel di internal BRI yang menjadi alasan pihak bank melarang korban melapor ke Polri. Menurut dia, nasabah tetap mempunyai hak melapor ke polisi saat merasa menjadi korban penipuan.

"Kalau bank menyampaikan seperti itu ke korban, bank punya aturan sendiri, itu otoritas bank. Kalau korban merasa tertipu, lalu melapor (ke polisi) pun tak ada salah," tandasnya.

Tabungan di rekening BRI milik Suhartoyo terkuras pada Jumat (18/1/2019). Itu setelah dirinya menerima telepon dari seorang pria yang mengaku karyawan BRI di hari yang sama sekitar pukul 15.00 WIB. Nomor tak dikenal itu adalah 087-748-500-721. Si penelepon mengatakan ke Suhartoyo mendapatkan bonus pulsa Rp 500 ribu. Ternyata pulsa yang masuk ke nomor ponsel korban hanya Rp 80 ribu.

Suhartoyo lantas mengecek saldo tabungannya ke agen BRI di Dusun Ngepung. Dia menggunakan kartu ATM BRI miliknya. Bak disambar petir, saldo tabungan yang semula Rp 67.071.187 tinggal Rp 2.071.187. Dia mengaku tak pernah melalukan transaksi. ARTISQQ

Berdasarkan cetakan rekening koran yang diterima Suhartoyo dari Bank BRI Cabang Mojokerto, transaksi pertama terjadi pukul 16.00.30 WIB tanggal 18 Januari 2019. Saldo tabungan miliknya senilai Rp 10 juta ditransfer ke BRI Virtual Account (BRIVA) atas nama Yuli.

Transaksi kedua senilai Rp 40 juta terjadi pukul 16.01.34 WIB ke BRIVA atas nama Aili Nurfitria. Hanya jeda 5 menit, yaitu pukul 16.06.02 WIB, saldo tabungannya kembali ditransfer ke BRIVA atas nama Yuli senilai Rp 10 juta. Transaksi terakhir pukul 16.08.48 WIB ke BRIVA atas nama Yuli senilai Rp 5 juta. Total tabungan korban yang terkuras Rp 65 juta.


ARTISQQ
Share:

Sabtu, 09 Maret 2019

Anak Dan Istri Aiptu Sujadi Kompak Bantu Keluarga Yang Terjebak Banjir DI Tol Ngawi


Anak Dan Istri Aiptu Sujadi Kompak Bantu Keluarga Yang Terjebak Banjir DI Tol Ngawi

Suara Milik Rakyat ~ Aksi penyelamatan satu keluarga terjebak banjir di tepi Tol Ngawi-Kertosono juga melibatkan anak dan istri Aiptu Sujadi. Mereka memberi makanan dan baju ke korban yang sudah kedinginan dan kelaparan.

Tak hanya sibuk mengabadikan aksi penyelamatan korban banjir, istri Aiptu Sujadi, Nanda Sapto Wati juga menolong Siva (5), balita yang selama 2 jam terjebak banjir di tepi jalan Tol Ngawi-Kertosono. Setelah diangkat dari air, Siva dibawa kepada dirinya oleh putranya yang saat itu ikut membantu.

"Bajunya dilepasin oleh istri saya, lalu diselimuti supaya tak kedinginan. Setelah itu dipakaikan kaus, itu kaus punya saya," kata Aiptu Sujadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/3/2019).

Selama 2 jam, Siva bersama adiknya, Khamim (3), ibunya Fitroh (35) dan pamannya Arif (47) terjebak banjir di tepi jalan Tol Ngawi Kertosono, KM 585, Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Sementara Khamim mendapat pertolongan dari pengguna tol lainnya. Dia diberi jaket untuk mengganti pakaiannya yang basah akibat banjir. ARTISQQ

Tak hanya kedinginan dan ketakutan, lanjut Aiptu Sujadi, kedua balita itu juga kelaparan. "Kedua balita itu menangis minta makan. Kebetulan ada sedikit makanan dan susu di mobil, sama istri saya diberikan ke mereka," terang pria yang kini menjabat Baur Mutasi di Samsat Satlantas Polres Kediri.

Sementara Fitroh, ibu dari kedua balita tersebut juga mendapat baju ganti dari istri Aiptu Sujadi. Para korban lantas berjalan kaki menuju ke lokasi pengungsian sekitar 500 meter dari tempat mereka terjebak banjir.

"Mau saya antar ke polsek, tapi mereka memilih berkumpul dengan warga yang lain di tempat pengungsian," tandas Aiptu Sujadi.

Aksi penyelamatan yang dilakukan Aiptu Sujadi ini diabadikan oleh istrinya. Video tersebut lalu diposting di facebook di hari yang sama pukul 16.19 WIB. Video yang diposting Nanda itu menjadi viral di media sosial. ARTISQQ

Selain Aiptu Sujadi dan keluarganya, seorang pria dan wanita pengguna jalan Tol Ngawi-Kertosono juga ikut membantu penyelamatan satu keluarga tersebut. Aksi heroik mereka berhasil menyelamatkan 2 anak balita, serta ibu dan paman dari balita tersebut. Keempat orang ini sempat terjebak banjir selama 2 jam.


ARTISQQ : Bandar Poker | Situs Judi Online Terpercaya | Agen Judi Online Terpercaya

ARTISQQ : Bandar Poker | Situs Judi Online Terpercaya | Agen Judi Online Terpercaya
Share:

Kamis, 07 Maret 2019

Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kalbar

Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kalbar


Suara Milik Rakyat ~ Bocah 10 tahun ditemukan tewas akibat tenggelam di danau bekas galian, di Kotawaringin Barat, Kalteng. Bocah bernama OvalMahrom itu tenggelam saat bermain dengan teman-temannya.

Menurut keterangan keluarga yang disampaikan kepada pihak Puskesmas, saat itu korban bersama teman-temannya berenang di danau di bekas galian alat berat. Namun entah korban bisa berenang atau tidak, tiba-tiba korban tenggelam dan teman korban tidak sempat melakukan pertolongan.

"Mengetahui tenggelam, teman-teman korban langsung mencari pertolongan ke warga sekitar danau bekas galian itu, dan saat ditemukan langsung dibawa warga ke Puskesmas setempat," kata Kepala Puskesmas Kumai, Abimanyu, yang dilansir Antara, Kamis (7/3/2019).

Menurutnya, saat tiba di Unit Gawat Darurat (UGD), Puskesmas Kumai, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Saat dilakukan pemeriksaan, di dalam tubuh korban masih dipenuhi dengan air, diduga korban kemasukan banyak air.

"Walau kita ketahui sudah meninggal saat tiba di Puskesmas Kumai, kami tetap berusaha untuk menolong korban, namun kita tidak bisa berbuat apa - apa, korban banyak sekali terminum air," ujarnya.


Bandar Poker | Situs Judi Online Terpercaya | Agen Judi Online Terpercaya

ARTISQQ : Bandar Poker | Situs Judi Online Terpercaya | Agen Judi Online Terpercaya
Share:

Selasa, 05 Maret 2019

Mama Meninggal, Aku jadi Pelampiasan Oleh Ayah, kakak Dan Adik Kandungku Sendiri

Mama Meninggal, Aku jadi Pelampiasan Oleh Ayah, kakak Dan Adik Kandungku Sendiri


Suara Milik Rakyat ~ Sudah dua tahun Ari, warga Pekon (Desa) Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, membuka warung kelontong di samping rumahnya. Setiap hari, ia kedatangan pembeli bernama Putri--bukan nama sebenarnya--18 tahun, yang juga tetangganya.

Putri membeli barang yang sama setiap berbelanja, yaitu tembakau eceran Rp 2.000, kemenyan Rp 1.000, dan cengkih. Bahan rokok lintingan itu dibeli Putri atas suruhan bapaknya yang berinisial M, 44 tahun. “(Putri) kalau nggak pagi, sore, ke sini. Kadang beli beras, tapi tiga hari sekali beli berasnya,” kata Ari di Pringsewu pekan lalu.

Meski penyandang tunagrahita dan tidak pernah mengenyam bangku sekolah, menurut Ari, Putri adalah gadis yang berparas cantik. Kulitnya bersih dan selalu rapi dalam berpakaian. Namun itu adalah penampilan Putri ketika baru kembali ke Panggungrejo, yang merupakan desa transmigran, pada awal 2018.

Sejak berumur 2,5 tahun, Putri hidup bersama Hayani, ibunya, di Metro, Bandar Lampung, sekitar empat jam perjalanan dari Panggungrejo. Hayani dan suaminya berpisah tempat tinggal karena terus-menerus terlibat konflik rumah tangga akibat kesulitan ekonomi.

“Kalau lama-lama kan nggak enak saya tanyain ada urusan apa, gitu. Dia (Putri) ditanya mengaku. Jujur anaknya. Pasti tidak bohong.”

Hayani pada 2004 pergi bekerja meninggalkan suami dan tiga anaknya, yakni SA (laki-laki), kini 24 tahun, E (perempuan), kini sekitar 22 tahun, dan YF (laki-laki), kini 15 tahun. Di Metro, Hayani bekerja sebagai pegawai salon.

Setelah Hayani meninggal akibat serangan jantung, Putri dijemput bapaknya dari kampung halaman sang ibu di Wonosobo, Pringsewu. Sekitar tiga bulan dalam asuhan bapaknya yang pekerja seorang serabutan itu, Putri berubah drastis.

Menurut Ari, setiap kali datang ke warungnya pada pagi hari, rambut panjang Putri selalu terlihat kusut dan acak-acakan. Jalannya pun membungkuk dan seolah lemas tanpa tenaga. “Jadi dia itu kalau jalan lemes saja,” ucap Ari. Angkor4D

Lasminah, warga lainnya bilang, tubuh Putri hari demi hari makin kurus. Gadis itu memang dilarang keluar dari rumah oleh bapaknya kecuali ke warung. “Baru datang ke kampung sini itu dia (Putri) seger. Rambutnya panjang,”  tambah Lasminah.

Melihat kondisi Putri yang terus memburuk itu, lama-kelamaan warga menaruh curiga. Ari pun berusaha mengorek informasi dari Putri apakah gadis itu mengalami sesuatu di rumahnya. Dan pengakuan Putri sangatlah mengejutkan.

Dengan kalimat sepotong-sepotong, Putri mengaku sering disetubuhi oleh bapak kandungnya sendiri. Parahnya lagi, perbuatan bejat itu tak hanya dilakukan M, tapi juga kakaknya, SA, dan adiknya, YF, secara beruntun.

Namun tak banyak yang bisa diperbuat Ari dan warga kecuali merasa kasihan atas nasib Putri. Sebab, keluarga M terkesan menutup diri dari lingkungan sekitarnya. “Kalau lama-lama kan nggak enak saya tanyain ada urusan apa, gitu. Dia (Putri) ditanya mengaku. Jujur anaknya. Pasti tidak bohong,” ungkap Ari.

Di sisi lain, Satgas Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PABM) Panggungrejo bergerak cepat. Setelah mendapat keterangan pasti dari psikolog perihal perlakukan biadab yang dialami korban, PABM langsung melaporkan kasus persetubuhan sedarah (inses) itu ke Polsek Sukoharjo pada Kamis, 21 Februari 2019.

Ketua Satgas PABM Tarseno menceritakan, pihaknya memang selama delapan bulan ini melakukan pendampingan terhadap Putri sebagai salah satu anak dengan keterbelakangan mental di Panggungrejo. Namun baru sekitar satu bulan ini kekerasan seksual itu terkuak.

“Jadi kami melihat Putri ini sosialisasinya kurang. Ketika ditanya, jawabnya harus mikir dulu. Berawal dari itu, akhirnya kami sepakat untuk mendampingi Putri,” terang Tarseno di Pringsewu pekan lalu.

Di Polsek, Tarseno disarankan melengkapi laporan awal dengan keterangan saksi. Ia lantas meminta bantuan Ari dan tertangga korban lainnya untuk ikut menggali cerita lagi dari Putri. Setelah bukti-bukti lengkap, polisi lantas meluncur ke rumah korban pada Kamis malam hari itu juga.

Ketika ditangkap, M dan kedua anak laki-lakinya tengah bersantai di rumah. Tanpa perlawanan. Mereka lalu digelandang ke Mapolsek Sukoharjo sebelum akhirnya dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tanggamus untuk diperiksa.

“Proses penangkapan biasa saja, tidak terlalu bagaimana. Karena kita didukung elemen dan tokoh masyarakat yang tidak menginginkan kejadian ini terjadi,” terang Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Tanggamus, pekan lalu.

Dari pemeriksaan polisi, selama tinggal bersama, M diketahui sering menyetubuhi putrinya di kamar pada malam hari. SA ikut-ikutan, bahkan telah berbuat mesum hingga 120 kali. Begitu pun dengan YF, yang melakukan pencabulan kepada kakaknya sebanyak 60 kali.

“Penyebab dari pelaku ini harus ada penelitian dari yang ahlinya. Yang memulai budaya seperti ini ayahnya, baru diikuti anak-anaknya. Ada pembiaran dari bapaknya ini,” ujar Qorinas.

Kepada yang menemuinya di Mapolres Tanggamus, Rabu, 27 Januari 2019, M mengaku pertama kali menyetubuhi Putri pada Agustus 2018. Waktu itu sekitar pukul 22.00 WIB. Anak ketiganya itu memang tidur sekamar dengannya karena takut sendirian.

Ketika Putri sedang tertidur pulas, M mengamati paras anaknya itu agak lama. Dia pun teringat wajah almarhumah istrinya, yang mirip dengan Putri. “Dalam bayangan saya, tahu-tahunya anak saya kok sama kayak istri saya. Saya pernah nangisin Putri, wajahnya kayak istri saya,” katanya.

Karena terdorong oleh bayang-bayang istrinya itulah M sampai hati menyentuh dan menggauli anak kandungnya sendiri. Pertama melakukan, pria berkumis tersebut mengulangi perbuatannya hingga lima kali. “Saya menyesal sudah melakukan ini,” ucap M.

Parahnya, SA dan YF, yang juga kadang tidur satu kamar, dibiarkan mengikuti kebiasaan M. Namun, menurut polisi, motif SA dan YF lebih didorong oleh terlalu seringnya mereka menonton video porno di layar ponsel. Ditanya soal itu, SA dan YF hanya menunduk. “Saya menyesal dan kapok,” tutur S.

Menurut cerita yang didapat, M sebetulnya juga pernah hendak mencabuli E, anak perempuan nomor dua. Karena sebab itulah E kabur dari rumah dan memilih bekerja di Metro pada 2017. Angkor4D

Ternyata YF mengidap penyimpangan seksual lain. Bukan hanya terhadap kakaknya, YF juga menyetubuhi binatang ternak milik warga: kambing dan sapi. “Kambingnya masih ada di kandang sekarang. Kalau sapi entah ke mana,” kata Sudarto, tetangga pelaku, pekan lalu.

Menurut Sudarto, warga Panggungrejo berterima kasih kasus ini sudah diungkap oleh Satgas PABM dan kepolisian. Melihat nasib malang yang menimpa Putri, warga meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila mengatakan tersangka dijerat Pasal 81 ayat 3 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Pasal itu mengatur pidana persetubuhan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat, bisa orang tua, wali, orang-orang yang menetap dalam rumah tangga, kemudian tenaga pendidik, dan yang memiliki hubungan darah.

“Kita kenakan Pasal 81 ayat 3 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun karena ini dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, yang notabene adalah saudara kandungnya sendiri. Jadi ancaman hukuman ditambah sepertiga dari ancaman maksimal,” tutur Primadona.


Angkor4D : Agen Sabung Ayam Terbaik | Togel Online | SPORTSBOOK

Angkor4D : Agen Sabung Ayam Terbaik | Togel Online | SPORTSBOOK
Share:

Senin, 25 Februari 2019

Video Sepasang ABG Aceh Tepergok Mesum di Atap Masjid

Video Sepasang ABG Aceh Tepergok Mesum di Atap Masjid


Suara Milik Rakyat ~ Sepasang anak baru gede (ABG) tepergok tengah berbuat mesum di Masjid Jamik Saree, Aceh Besar. Peristiwa ini sempat membuat heboh dan emosional warga.

Dirangkum detikcom Video Sepasang ABG Aceh Tepergok Mesum di Atap Masjid, Senin (25/2/2019), peristiwa ini berasal dari kecurigaan warga. Sepasang ABG ini pergi ke lantai dua masjid pada saat jemaah akan menunaikan salat Magrib.

"Keduanya masih di bawah umur. Yang cowok berusia 16 tahun dan cewek 17 tahun. Mereka ditangkap semalam pukul 19.30 WIB," kata Kasat Pol PP dan Wilayatul Hisbah (WH/polisi syariat) Aceh Besar M Rusli saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (25/2/2019)

Warga yang curiga kemudian mengecek ke lokasi. Warga menemukan keduanya tengah berhubungan badan.

Aksi bejat itu sempat direkam warga. Saat ditangkap, remaja laki-laki sempat mencoba kabur.

"Waktu itu warga cukup ramai dan yang cowok sempat dipukul," jelas Rusli.

Saat ini keduanya ditahan di kantor Satpol PP dan WH Aceh karena fasilitas di Aceh Besar tidak memadai. Rencananya, Sepasang ABG ini akan diserahkan ke penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Aceh.

Setelah ditahan, keduanya diperiksa penyidik Satpol PP dan WH. Namun penyidik masih mengkaji dulu apakah keduanya dapat dikenai Qanun Jinayah dengan ancaman hukuman cambuk.

"Kayaknya tidak bisa dikenai Qanun Jinayah karena masih di bawah umur. Tapi kita lihat dulu proses di penyidik. Mungkin dikenai sanksi adat. Mungkin," kata Rusli.

Kasat Pol PP dan WH Aceh Dedy Yuswadi mengatakan hukuman yang bakal dikenakan terhadap keduanya juga bergantung pada hakim atau penyidik. Jika dinilai cukup barang bukti, kasusnya akan diserahkan ke jaksa.

"Itu tergantung hakim. Nanti (tergantung) diproses di penyidik juga. Kalau cukup alat bukti, mungkin diserahkan ke jaksa. Jaksa yang meneruskan ke pengadilan," jelas Dedy.


KampusQQ


KampusQQ

Angkor4D

Angkor4D
Share:
Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com