Suara Milik Rakyat

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D

Rabu, 15 Agustus 2018

Saya Bukan Jubir Tapi Saya Jurkam Jokowi Di Medsos, Ujar Farhat Abbas

Saya Bukan Jubir Tapi Saya Jurkam Jokowi Di Medsos, Ujar Farhat Abbas
Saya Bukan Jubir Tapi Saya Jurkam Jokowi Di Medsos, Ujar Farhat Abbas


Suara Milik Rakyat ~ Politikus PKB, Farhat Abbas Saya bukan Jubir Tapi Saya Jurkam Jokowi Di Medsos untuk tim pemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin,  khususnya di media sosial.

"Pak Jokowi sudah punya juru bicara. Kita dalam tim koalisi sebenarnya bukan jubir tapi ke arah juru kampanye di media sosial. Saya salah satunya. Tapi saya fokus ke juru bicara paetai karena saya utusan PKB," ujar Farhat di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (15/8/2018).

Farhat mengatakan, tugasnya sebagai juru kampanye di tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf untuk meluruskan berita negatif maupun menangkal hoax. Hal itu, kata Farhat, bertujuan agar citra Jokowi tidak dirusak.

Baca juga :
"Kami dari PKB punya kewajiban meluruskan berita negatif dari orang-orang yang merusak citra Jokowi. Ada pihak sebelah yang dianggap selalu memperburuk pemerintah saat ini kita hadapi seandainya bisa pakai kata tapi klau harus ke ranah hukum kita gunakan hukum," katanya.

Sebelumnya, Farhat mengaku menyiapkan stamina untuk bisa membela Jokowi dalam pertarungan di Pilpres 2019.

Farhat mengatakan mendapat penunjukan langsung dari PKB. Tiap parpol pengusung mengirim perwakilan kurang-lebih 10 orang pada pembekalan jubir periode pertama.

Baca juga :

ARTISQQ
Share:

Selasa, 14 Agustus 2018

Video Diiringi lagu Lagi Syantik, Ini Gaya Prabowo Joget Di Atas Mobil

Video Diiringi lagu Lagi Syantik, Ini Gaya Prabowo Joget Di Atas Mobil
Video Diiringi lagu Lagi Syantik, Ini Gaya Prabowo Joget Di Atas Mobil


Suara Milik Rakyat ~ Setelah pendaftaran Pilpres 2019, segala gerak-gerik capres dan cawapres menjadi sorotan yang menarik. Salah satunya adalah saat capres Prabowo Subianto berjoget diiringi 'Lagu Syantik'.

Momen itu adalah sesaat setelah Prabowo mendaftarkan diri sebagai capres di KPU pada Jumat (10/8). Di luar Kantor KPU, Ketum Gerindra tersebut menyapa pendukungnya dari mobil Lexus B 1710 PSD.

Saat itu, Prabowo keluar lewat sunroof mobil dan berorasi. Usai orasi, Prabowo 'diarak' buruh yang menyetel lagu 'Lagi Syantik' yang dipopulerkan oleh Siti Badriah.

Prabowo tampak mengganti pecinya dengan kain merah yang diikatkan di kepala. Presiden KSPI, Said Iqbal tampak berada di mobil yang sama dengan Prabowo Subianto dan juga keluar lewat sunroof.

Gaya Prabowo joget sesuai irama lagu Lagi Syantik. Dia tampak menggerakkan kedua tangan dan badannya sambil menikmati lagu tersebut.

Baca juga :

Buruh dan para pendukung yang berada di sekitar mobil Prabowo juga ikut berjoget. Di sela-sela joget, Prabowo mengulurkan tangan untuk menyapa pendukungnya. Dia juga menggendong anak-anak dan memberikan topi.

Video dari relawan Prabowo ini juga diunggah di akun Facebook Gerindra. Gerindra menyebut ini sebagai ekspresi keceriaan dan kebersamaan antara Prabowo dan pendukungnya.



Keceriaan dan kebersamaan Prabowo Subianto bersama para simpatisan, relawan dan pendukung #PrabowoSandi setelah mendaftarkan diri sebagai pasangan Capres dan Cawapres 2019-2024 di KPU Jakarta kemarin.

Mari kita jaga pesta demokrasi 5 tahunan ini agar terus berjalan dengan damai dan lancar. Tanpa adanya kekerasan, pemaksaan dan kecurangan.

Semoga keceriaan ini menjadi awal yang baik bagi masa depan rakyat Indonesia, Aamiin...

Selamat berakhir pekan sahabat 🙂

Sumber : kiriman dari relawan

Baca Juga :

ARTISQQ
Share:

Minggu, 12 Agustus 2018

Amankan Jokowi-Ma'ruf, Gus Nuril Kami Bantu Pasukan Berani Mati

Amankan Jokowi-Ma'ruf, Gus Nuril Kami Bantu Pasukan Berani Mati
Amankan Jokowi-Ma'ruf, Gus Nuril Kami Bantu Pasukan Berani Mati


Suara Milik Rakyat ~ Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Pihaknya akan menyiapkan pasukan berani mati untuk pengamanan pilpres Jokowi-Ma'ruf.

"Beliau (Ma'ruf) kan kiai saya, bagi saya mendukung Kiai Ma'ruf Amin ya sama dengan kita mendukung Gus Dur, makanya kita siapkan pasukan berani mati kita untuk ngamanin," ujar Nuril usai menyambangi rumah Ma'ruf Amin di Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Senin (13/8/2018).

Menurut Nuril, terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres merupakan dasar yang baik. Dia berharap umat bersatu untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Sudahlah, kemenangan Jokowi ini kemenangan Indonesia, kita harus kembali rekonsiliasi, dari kelompok yang mana-mana silakan datang kembali ke Bumi Pertiwi, kita memiliki presiden yang sama, pemimpin yang sama sehingga bangsa itu menjadi lebih baik lagi," ucapnya.

Baca juga :

Perihal menang kalah menurutnya adalah hal yang biasa. Namun, Gus Nuril mengajak masyarakat untuk terlebih dahulu menentukan sikap membela Ma'ruf Amin sebagai ulama.

"Persoalan kalah menang itu kontestasi biasa. Tapi sikap awal untuk bela kiainya itu perlu, pasti, makanya kita tidak akan rela kemudian kalau kontestasi yang harusnya membawa kebahagiaan Indonesia bisa kemudian menjadi bikin pilu orang, kemudian dijadikan kondisi yang seolah-olah tidak aman dengan pilkada DKI, kita tidak rela," jelasnya.

Nuril mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemersatu bangsa. Maka itu, sosok Ma'ruf Amin diyakini bisa menyatukan rakyat.

"Bukan agamis menjadi politik tapi kiai itu memiliki kebijakan yang luar biasa, jadi level-level tertentu, dalam kondisi negara yang dalam keadaan membutuhkan kehadiran seseorang maka ulama harus menjadi Avatar," tuturnya. 

"PGN memang sejak awal membela Indonesia, pemerintah Indonesia yang memiliki pemimpin yang sah, ya sudah kita dukung apalagi Kiai Ma'ruf Amin kiai kami dari PBNU, saya orang NU. Otomatis itu santri diragukan ke NU-annya kalau kita tidak dukung Kiai Ma'ruf Amin," imbuhnya.

Baca juga :

ARTISQQ
Share:

Sabtu, 11 Agustus 2018

Jokowi-Ma'ruf Cek Kesehatan sampai 12 jam, Ini Perlunya Puasa Sebelum Check-up dan sebagian rangkaiannya

Jokowi-Ma'ruf Cek Kesehatan sampai 12 jam, Ini Perlunya Puasa Sebelum Check-up dan sebagian rangkaiannya
Jokowi-Ma'ruf Cek Kesehatan sampai 12 jam, Ini Perlunya Puasa Sebelum Check-up dan sebagian rangkaiannya


Suara Milik Rakyat ~ Pasangan calon presiden-wakil presiden, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin akan menjalani tes medis hari ini sebagai salah satu persyaratan pemilu. Seperti pasien dengan tes kesehatan medis lainnya, mereka juga diingatkan untuk berpuasa.

"Pak Jokowi dan Bp Ma'ruf Amen akan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan ketentuan UU dan persiapan sudah dilakukan termasuk puasa. Kita semua tadi malam Sekretaris Jenderal mengingatkan untuk berpuasa dan bersyukur kepada Tuhan semuanya baik," Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan kepada wartawan di RSPAD Gatot, Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2018).

Tidak hanya Jokowi dan Ma'ruf, semua pasien yang menjalani pemeriksaan umum dan tes kesehatan tertentu juga harus berpuasa. Lalu, mengapa kita harus berpuasa sebelum melakukan tes?

Deborah Weatherspoon, PhD, RN, CRNA, dosen dan ahli keperawatan dari University of Tennessee mengatakan puasa sebelum tes medis penting untuk keakuratan hasil tes. Praktik ini umum di rumah sakit di seluruh dunia.

"Ketika Anda makan atau minum alkohol, makanan dan cairan akan dipecah di dalam perut, dan diserap ke dalam darah, dan dapat mempengaruhi sejumlah hal seperti gula darah, mineral, zat besi, kolesterol hingga enzim lain," kata Deborah. , dikutip dari Medical News Today.

Nah, zat-zat ini memiliki peran penting untuk mendeteksi penyakit seperti diabetes, anemia, kolesterol tinggi hingga penyakit hati. Makan dan minum alkohol mempengaruhi hasil tes sehingga mereka tidak dapat dideteksi.

Baca juga :

"Makan dan minum alkohol dapat meningkatkan atau menurunkan kadar zat tertentu dalam darah, membuat hasil tes tidak akurat. Hasil tes yang tidak akurat pasti bisa menyebabkan kesalahan diagnosis," kata Deborah lagi.

Pemeriksaan kesehatan Jokowi dan Ma'ruf Amin akan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Jokowi-Ma'ruf adalah pasangan pertama yang menjalani tes medis. Sementara Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menerapkannya pada Senin (13/8/2019) besok.

Jokowi dan Ma'ruf akan menjalani serangkaian tes kesehatan mulai dari mata, telinga, gigi, hingga organ internal. Selain itu juga akan ada pemeriksaan kejiwaan melalui tes psikologi dan penyalahgunaan obat-bebas. Standar pemeriksaan akan ditentukan oleh tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Lamanya inspeksi itu sendiri akan memakan waktu antara 9-12 jam dengan istirahat terputus," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ilham Oetama Marsis saat konferensi pers di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu ( 08/12/2018).


Berikut ini adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk calon presiden dan wakil presiden di Jakarta Pusat RSPAD:


  1.  MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory), 90 menit periode pemeriksaan
  2.  Penyakit internal, 30 menit waktu pemeriksaan
  3.  Pembedahan, 20 menit pemeriksaan
  4.  Neurologi, waktu pemeriksaan 60 menit
  5.  Kandungan ginekologi untuk calon presiden, 30 menit waktu ujian
  6.  Psikiater: MINI ICD-10, DIP, MMI, 90 menit waktu pemeriksaan
  7.  Mata, 30 menit waktu ujian
  8.  ENT KL 20 menit pemeriksaan panjang
  9.  Data audiometri murni selama 30 menit waktu ujian
  10.  Jantung dan pembuluh darah: EKG, treadmill, 45 menit waktu pemeriksaan
  11.  Echocardiography, 20 menit waktu pemeriksaan
  12.  Paru: Spriometry dan tes lainnya, 20 menit pemeriksaan
  13.  Radiologi Thoracic, waktu pemeriksaan 10 menit
  14.  MRI Kepala periode pemeriksaan minimal 30 menit
  15.  Pengambilan sampel laboratorium, 10 menit waktu pemeriksaan
  16.  USG transvaginal, 15 menit waktu pemeriksaan
  17.  Investigasi lainnya


Baca juga :

ARTISQQ
Share:

PD Hingga PAN jadi kandidat Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

PD Hingga PAN jadi kandidat Tim Pemenangan Prabowo-Sandi
PD Hingga PAN jadi kandidat Tim Pemenangan Prabowo-Sandi


Suara Milik Rakyat ~ Partai Gerindra (PD) mulai menggodok tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Nama Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY) hingga Ketum PAN Zulkifli Hasan menjadi kandidat tim tersebut.

"Iya timses segera dalam waktu dekat awal-awal minggu di depan mulai dibicarakan," ujar Ketua DPP Gerindra Habiburokhman di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018).

Habiburokhman mengatakan saat ini tim pemenangan Prabowo-Sandiaga dikomandani para sekjen koalisi. Dia menambahkan struktur tim pemenangan tersebut kurang lebih sama dengan Pilpres 2014 lalu.

Baca juga :

"Bayangan strukturnya sudah ada, selama ini kita ada tim teknis yang sudah juga mulai kerja dikomandani oleh para Sekjen," ungkapnya.

Ketua Advokat Cinta Tanah Air itu mengatakan salah satu nama yang diusulkan menjadi Ketua Tim Pemenangan adalah Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Namun, mayoritas partai pengusung banyak yang mengusulkan AHY.

"Ya itu salah satu usulan yang banyak soal Pak AHY dijadikan ketua timses. Saya sendiri dari kemarin deklarasi, sampai hari ini mungkin ada yang sudah ada puluhan orang di luar partai yang mengusulkan pak AHY," imbuhnya.

"(Selain AHY) Ada Pak Zulkifli Hasan, tapi yang jelas kalau ditanya tadi Pak AHY memang banyak sekali yang mengusulkan kepada kami," sambungnya.

Sementara itu Habiburokhman juga memastikan jika Ketua Timses dipastikan tidak dari Gerindra. Sebab jatah Gerindra itu telah mengisi capres.

"Nggak mungkin ketua timsesnya dari Gerindra, karena capresnya sudah dari kita. Tapi kami ada di tim pemenangan tentu saja," ucapnya.

Baca juga :

ARTISQQ
Share:

Jumat, 10 Agustus 2018

34 Dokumen Rahasia AS Bocor : Prabowo perintah Menghilangkan Jejak Aktivis 1998

34 Dokumen Rahasia AS Bocor : Prabowo perintah Menghilangkan Jejak Aktivis 1998


Suara Milik Rakyat ~ Sebanyak 34 dokumen rahasia Amerika Serikat mengungkap rentetan laporan pada masa prareformasi, salah satunya bahwa Prabowo Subianto disebut memerintahkan Kopassus untuk menghilangkan paksa sejumlah aktivis pada 1998 dan adanya perpecahan di tubuh militer.

Dokumen-dokumen yang dirilis ke publik oleh lembaga Arsip Keamanan Nasional (NSA) ini mengemukakan berbagai jenis laporan pada periode Agustus 1997 sampai Mei 1999.

Sebagian merupakan percakapan staf Kedutaan AS di Jakarta dengan pejabat-pejabat Indonesia, lainnya adalah laporan para diplomat mengenai situasi di Indonesia.

Prabowo: Era Suharto akan berakhir
Salah satu dokumen merupakan telegram berisi percakapan antara Asisten Menteri Luar Negeri AS, Stanley Roth, dengan Komandan Kopassus, Mayor Jenderal Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan selama satu jam pada 6 November 1997 itu, keduanya membahas situasi Indonesia.


Dokumen Rahasia AS
Dokumen Rahasia AS

Dokumen Rahasia AS
Dokumen Rahasia AS

Prabowo mengatakan mertuanya, Presiden Suharto, tidak pernah mendapat pelatihan di luar negeri dan pendidikan formalnya pun sedikit. Namun, menurutnya, Suharto sangat pintar dan punya daya ingat tajam.
Bagaimanapun, urai Prabowo, mertuanya tidak selalu bisa memahami persoalan dan tekanan dunia.

"Akan lebih baik jika Suharto mundur pada Maret 1998 dan negara ini bisa melalui proses transisi kekuasaan secara damai", sebut Prabowo dalam dokumen itu.

"Apakah itu terjadi pada Maret atau perlu beberapa tahun lagi, era Suharto akan segera berakhir," sambungnya.

Siapa di balik penghilangan para aktivis?
Arsip tertanggal 7 Mei 1998 ini mengungkap catatan staf Kedutaan Besar AS di Jakarta mengenai nasib para aktivis yang tiba-tiba menghilang.

Catatan itu memuat bahwa para aktivis yang menghilang boleh jadi ditahan di fasilitas Kopassus di jalan lama yang menghubungkan Jakarta dan Bogor.

Baca juga : 
Dokumen Rahasia AS
Dokumen Rahasia AS

Dokumen Rahasia AS
Dokumen Rahasia AS

Namun, siapa di balik aksi penghilangan itu?

Hasil percakapan seorang staf politik Kedutaan Besar AS di Jakarta dengan seorang pemimpin organisasi mahasiswa memunculkan nama Prabowo Subianto.

Narasumber tersebut mengaku mendapat informasi dari Kopassus bahwa penghilangan paksa dilakukan Grup 4 Kopassus. Informasi itu juga menyebutkan bahwa terjadi konflik di antara divisi Kopassus bahwa Grup 4 masih dikendalikan Prabowo.

"Penghilangan itu diperintahkan Prabowo yang mengikuti perintah dari Presiden Soeharto," sebut dokumen tersebut.

Pada masa kampanye pemilihan presiden 2014, Prabowo berulangkali menekankan dirinya tidak bersalah ketika rangkaian peristiwa 1998 terjadi dan mengatakan dia hanya menjalankan perintah atasan.

"Sebagai seorang prajurit, kami melakukan tugas kami sebaik-baiknya," kata dia dalam debat capres pertama. "Itu merupakan perintah atasan saya.

Perpecahan di tubuh militer
Arsip yang dibuat pada 8 Mei 1998 ini melaporkan adanya perpecahan di tubuh militer Indonesia mengenai cara menghadapi para demonstran.

Laporan ini menyebutkan Wiranto yang saat itu menjabat Panglima TNI diperintahkan bersikap tegas terhadap para demonstran.

Dia kemudian memperingatkan para mahasiswa agar tidak menggelar demonstrasi di jalan-jalan, namun pada saat yang sama mengatakan kepada mereka bahwa militer tidak bermusuhan.

Dokumen Rahasia AS
Dokumen Rahasia AS

Susilo Bambang Yudhoyono, yang saat itu menjadi bawahan Wiranto, melontarkan ide untuk mengumpulkan semua anggota MPR demi menentukan masa depan negara (diduga menggantikan Suharto).

"Jika benar, ini mengindikasikan niatan 'Kubu Wiranto'," sebut dokumen itu.

Di sisi lain, Prabowo berupaya mencegah demonstrasi semakin ganas di Jakarta.

"Prabowo terlibat perebutan kekuasaan dengan Wiranto," tulis arsip tersebut.

Dokumen-dokumen ini diungkap Arsip Keamanan Nasional dengan memanfaatkan Undang-Undang Kebebasan Informasi yang mengharuskan arsip rahasia diungkap setelah beberapa tahun.

Arsip Keamanan Nasional sendiri merupakan sebuah lembaga yang bermarkas di Universitas George Washington dan didirikan secara swadaya oleh sejumlah akademisi dan jurnalis pada 1985.

Baca juga : 

ARTISQQ
Share:

Kamis, 09 Agustus 2018

Teken Perjanjian, SBY Dukung Penuh Prabowo Dan Sandiaga Uno

Teken Perjanjian, SBY Dukung Penuh Prabowo Dan Sandiaga Uno
Teken Perjanjian, SBY Dukung Penuh Prabowo Dan Sandiaga Uno


Suara Milik Rakyat ~ Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meneken perjanjian dukungan untuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Demokrat resmi melabuhkan dukungannya ke Koalisi Prabowo.

Momen itu diunggah di akun Instagram Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais @amienraisofficial, Jumat (10/8/2018). Ada tiga video singkat soal penandatanganan dokumen tersebut yang diunggah.

Pada video itu terlihat SBY, sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, duduk bersebelahan dengan Prabowo Subianto. Di belakang mereka berdiri bendera merah putih dan bendera Partai Demokrat.

Baca juga :

Ketiganya meneken perjanjian tersebut di sebuah meja panjang. Di depan mereka terlihat ada Amien Rais. Di sekeliling mereka terlihat ada Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Ketua DPW PAN DKI Eko Patrio, dan sejumlah kader partai.

"Sebelum jumatan hari ini, koalisi semakin kuat. Tanda tangan oleh pak SBY sebagai perjanjian dukungan untuk memperjuangkan pergantian #2019GantiPresiden untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara. #SelamatkanIndonesia," tulis Amien dalam keterangan videonya. 

Pada video itu tercantum admin. Ada juga beberapa video yang menunjukkan para Koalisi Prabowo berdoa bersama.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo tiba di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018) pukul 10/58 WIB. Kedatangan Prabowo ditemani elite PAN seperti Amien Rais, Zulkifli Hasan, Hanafi Rais, dan Eddy Soeparno.

Baca juga :

ARTISQQ
Share:

Dikawal Ketat, Joko Widodo Dan cawapres KH Ma'ruf Amin Tiba Di Gedung KPU

Dikawal Ketat, Joko Widodo Dan cawapres KH Ma'ruf Amin Tiba Di Gedung KPU
Dikawal Ketat, Joko Widodo Dan cawapres KH Ma'ruf Amin Tiba Di Gedung KPU


Suara Milik Rakyat ~ Bakal calon presiden petahana Joko Widodo dan cawapres KH Ma'ruf Amin tiba di Gedung KPU. Keduanya bersiap untuk mendaftarkan sebagai pasangan capres-cawapres.

Pantauan detikcom di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat Jumat (10/8/2018) pukul 09.28 WIB. Tampak pengawalan ketat dari Paspampres yang mengenakan kaus berkerah berwarna merah. Mereka berjaga di samping mobil Toyota Kijang Innova B 1582 SAL yang ditumpangi Jokowi.

Baca juga :

Begitu tiba, Jokowi dan Ma'ruf langsung masuk ke dalam gedung KPU. Keduanya tampak tersentum dan menyalami sejumlah orang.

Jokowi memilih Prof KH Ma'ruf Amin, sebagai wakil presidennya di Pilpres 2019. Jokowi memilih Ma'ruf Amin karena memiliki pengalaman baik di legislatif atau pun ekskutif.

"Saya yakin Ma'ruf Amin adalah figur tepat bagi saya untuk melanjutkan perjuangan saya. Beliau adalah sosok kultur, sosok utuh, ulama bijaksana, ulama yang dihormati umat Islam di tanah air," ucap Jokowi, di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). 

Baca juga :

ARTISQQ
Share:
Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com