Suara Milik Rakyat

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D

Rabu, 16 Januari 2019

DEPRESI, Vanessa Angel Bingung Ingin Lanjutkan Hidup

DEPRESI, Vanessa Angel Bingung Ingin Lanjutkan Hidup


Suara Milik Rakyat ~ Vanessa Angel masih belum bisa lepas dari kasus dugaan prostitusi yang menjeratnya. Saat ini statusnya malah telah dinaikkan menjadi tersangka oleh Polda Jatim, sampai sampai Vanessa Angel merasa terketan atau depresi.

Mendapati dirinya telah berstatus tersangka, Vanessa Angel Depresi. Bahkan dirinya tidak tahu bagaimana dirinya harus melanjutkan hidup.

"Keadaanku, aku tertekan /  DEPRESI. Aku enggak tahu gimana melanjutkan hidup aku ke depannya. Aku di sini sebagai korban. Aku enggak tahu minta tolong sama siapa," kata Vanessa Angel sambil menangis saat ditemui di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Lebih parahnya lagi, Vanessa Angel sampai-sampai tak memiliki keberanian untuk bertemu orang asing. Vanessa Angel mengaku trauma dan sedih.

"Ketemu orang saja aku takut, sedih, trauma. Kamu bisa bayangkan jadi aku gimana. Untung masih ada orang terdekat yang masih mau berdiri di depan aku. Itu yang bisa bikin aku bisa bertahan sampe sekarang," lanjut Vanessa Angel.

Vanessa Angel Jadi Tersangka

DEPRESI, Vanessa Angel Bingung Ingin Lanjutkan Hidup

Seperti diketahui, Polda Jatim akhirnya menetapkan artis VA sebagai tersangka kasus prostitusi online. Polisi menaikkan status artis VA dari semula saksi korban menjadi tersangka. Hal ini berdasarkan penyidikan mendalam yang dilakukan polisi beberapa waktu terakhir.

Polisi mendapatkan foto dan video diduga artis VA dalam jumlah banyak di ponsel milik muncikari ES. Foto dan video ini diduga dikirim artis VA sebagai bagian dari penawaran prostitusi online.

"Kami sampaikan kepada rekan media terkait hasil gelar perkara, dari diperiksanya saudari VA. Dan mulai hari ini kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, di Surabaya, Rabu (16/1/2019).


ARTISQQ
Share:

Selasa, 25 Desember 2018

Fakta-Fakta Seputar Tsunami Selat Sunda Sejauh Ini

Fakta-Fakta Seputar Tsunami Selat Sunda Sejauh Ini
Fakta-Fakta Seputar Tsunami Selat Sunda Sejauh Ini


Suara Milik Rakyat ~ Penanganan pasca tsunami yang menerjang Banten dan Lampung Selatan masih terus dilakukan dan mencari fakta-fakta seputaran tsunami sejauh ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ratusan orang meninggal dunia, hampir seribu rumah rusak dan belasan ribu orang terpaksa mengungsi.

"Korban kemungkinan bertambah untuk Lampung Selatan, Pulau Sebuku dan Sebesi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).

BNPB juga telah mengumumkan status bencana tsunami di Banten dan Lampung. Selain itu, BNPB juga sudah menetapkan masa tanggap darurat untuk di daerah-daerah tersebut.

detikcom telah merangkum fakta-fakta seputar tsunami Banten dan Lampung Selatan yang terungkap hingga Selasa (25/12/2018). Berikut fakta-fakta terbaru:

Tinggi Ombak Tsunami Capai 5 Meter


BNPB menerima informasi soal tinggi tsunami di Selat Sunda yang menghantam wilayah Banten dan Lampung. Data di lapangan yang diterima, diperkirakan tsunami yang menyapu wilayah Banten tingginya mencapai 5 meter. Di Carita tinggi tsunami disebut mencapai 2-2,5 meter.

"Tinggi tsunami berdasarkan informasi lapangan, baik dari masyarakat maupun petugas dan sebagainya bervariasi. Ada yang mengatakan 2 meter (Sutopo menunjuk wilayah bagian utara Banten-red) ada juga yang mengatakan di daerah sekitar Sumur, Tanjung Lesung, Cigeulis, ada yang mengatakan lebih dari 5 meter," kata Sutopo, di kantornya, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).

Baca juga :
Beberapa Temuan Instansi soal Tsunami Tak Terdeteksi di Selat Sunda


429 Orang Meninggal Dunia, 16.082 Mengungsi dan 882 Rumah Rusak


Di hari ketiga penanganan tsunami, BNPB mencatat 429 orang meninggal dunia dan 1.485 luka-luka. Ada 882 rumah rusak, 73 penginapan rusak dan 60 warung rusak.

"429 orang meninggal, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi," terang Sutopo. 
"882 rumah rusak, 73 penginapan rusak dan 60 warung rusak. 434 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, dan 1 shelter rusak," imbuhnya.


6 Desa Terisolir


Ada 6 desa di Provinsi Banten yakni Desa Cigorondong, Kertajaya, Sumberjaya, Tunggajaya, Ujungjaya, dan Kerta Mukti.

"Di sini sempat akses menjadi putus sejak pertama karena banyak jalan dan jembatan yang rusak karena terjangan tsunami juga akibat material yang dibawa tsunami,"ujar Sutopo.


113 Base Transceiver Station (BTS) Mati


Tsunami Selat Sunda juga berdampak terhadap infrastruktur komunikasi. Data Kemenkominfo ada 113 BTS/e-Node yang tidak berfungsi.

"Semuanya mati karena kehilangan pasok listrik PLN," jelas Menkominfo, Rudiantara kepada detikINET melalui pesan singkatnya, Selasa (25/12/2018).

Baca juga :
Beberapa Fakta Penting Tsunami Selat Sunda


Masa Tanggap Darurat di Banten Ditetapkan 14 Hari, Lampung Selatan 7 Hari


BNPB sudah menetapkan masa tanggap darurat di Banten, dan Lampung Selatan, Lampung. BNPB memutuskan tanggap darurat di Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang selama 14 hari terhitung tanggal 22 Desember-4 Januari 2019.

"Di Lampung Selatan 7 hari, yaitu 23-29 Desember 2018. Bisa diperpanjang," jelas Sutopo.


Status Tsunami Selat Sunda Ditetapkan Menjadi Bencana Kabupaten


BNPB mengumumkan penetapan bencana kabupaten bagi tsunami di Selat Sunda. Sutopo memastikan pemerintah kabupaten sanggup menangani bencana tersebut.

"Jadi status bencananya bencana kabupaten, tidak ada wacana bencana nasional. Pemerintah kabupaten sanggup, menyanggupi. Kepala daerah betul-betul berada di lapangan. Pemerintah pusat memperkuat logistik," ucap Sutopo.



Share:

Senin, 24 Desember 2018

Beberapa Temuan Instansi soal Tsunami Tak Terdeteksi di Selat Sunda

Beberapa Temuan Instansi soal Tsunami Tak Terdeteksi di Selat Sunda
Beberapa Temuan Instansi soal Tsunami Tak Terdeteksi di Selat Sunda


Suara Milik Rakyat ~ Kemenko Maritim, BMKG, BIG, BPPT, LIPI, dan Badan Geologi ESDM sepakat menyimpulkan tsunami di Selat Sunda bukan disebabkan gempa tektonik. Bencana itu disebabkan adanya longsoran di lereng Gunung Anak Krakatau.

"Tsunami yang terjadi bukan disebabkan oleh gempa bumi tektonik, namun akibat longsor (flank collapse) di lereng Gunung Anak Krakatau akibat erupsi Gunung Anak Krakatau," demikian penjelasan lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (24/12/2018).

Tsunami itu disebutkan ditandai dengan terjadinya anomali permukaan laut pada Sabtu (22/12) sekitar pukul 22.00 WIB. Sebelum anomali permukaan laut itu, BMKG juga mendapat data terjadinya longsoran lereng Gunung Anak Krakatau seluas 64 ha pukul 21.03 WIB.


Berikut Beberapa Temuan Instansi soal Tsunami Tak Terdeteksi di Selat Sunda yang disepakati bersama oleh Kemenko Maritim, BMKG, BIG, BPPT, LIPI, dan Badan Geologi ESDM:


1. BMKG memperoleh data tide-gauge pada 22 Desember 2018 Sekitar pukul 22.00WIB, 4 tide gauge di selat sunda mencatat adanya anomali permukaan air laut yang diyakini sebagai tsunami.

2. Tsunami yang terjadi bukan disebabkan oleh Gempabumi Tektonik, namun akibat longsor (flank collapse) di lereng Gunung Anak Krakatau akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

3. Kejadian longsor lereng Gunung Anak Krakatau tercatat di sensor seismograph BMKG di Cigeulis Pandeglang (CGJI) pada pukul 21.03 WIB, juga beberapa sensor di Lampung (LWLI, BLSI), Banten (TNG/TNGI, SBJI), Jawa Barat (SKJI, CNJI, LEM).

4. Hasil analisa rekaman seismik (seismogram) dari longsoran lereng Gunung Anak Krakatau setelah dianalisa oleh BMKG setara dgn kekuatan MLv = 3.4, dengan episenter di Gunung Anak Krakatau.

5. Faktor penyebab lepasnya material di lereng anak krakatau dalam jumlah banyak adalah tremor aktivitas vulkanik dan curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut.

6. Bukti-bukti yang mendukung bahwa telah terjadi longsoran di lereng Gunung Anak Krakatau sebagai akibat lanjut dari erupsi Gunung Anak Krakatau:


  • a. Deformasi Gunung Anak Krakatau berdasarkan perbandingan citra satelitsebelum dan sesudah tsunami yang memperlihatkan 64 ha lereng baratdaya Gunung Anak Krakatau runtuh.


  • b. Curah hujan tinggi pada perioda waktu yang berdekatan dengan tsunami.


  • c. Model inversi 4 tide-gauge yang memperlihatkan bahwa sumber energi berasal dari selatan Anak Krakataud. Riset BPPT dan Universitas Blaise Pascal, Perancis yang dipublikasikan pada jurnal internasional.


7. Tindak lanjut :


  • a. Direkomendasikan untuk memasang tide-gauge di Komplek Gunung Anak Krakatau (BIG).
  • b. Survei Geologi kelautan dan batimetri di Komplek Gunung Anak Krakatau (Badan Geologi, BPPT, LIPI).
  • c. Konfirmasi dari citra satelit resolusi tinggi (LAPAN), perlu cipta optik.
  • d. Survei udara dgn Drone (BPPT).
  • e. Data GPS dan Data pasut (BMKG, BIG, Pushidrosal, dan Industri di sekitar kawasan).


Baca juga :



ARTISQQ
Share:

Minggu, 23 Desember 2018

Beberapa Fakta Penting Tsunami Selat Sunda

Beberapa Fakta Penting Tsunami Selat Sunda
Beberapa Fakta Penting Tsunami Selat Sunda


Suara Milik Rakyat ~ Gelombang tsunami menerjang pesisir Banten bagian barat dan sebagian wilayah di Lampung Selatan. Tsunami berasal dari perairan Selat Sunda yang diapit Pulau Jawa dan Sumatera, kali ini kami mencoba merangkumnya melalui artikel, Minggu (23/12/2018). Ada Beberapa Fakta Penting Tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam, antara lain:


Diduga Diakibatkan Erupsi Gunung Anak Krakatau


Aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan sejak 18 Juni 2018 dan erupsi terus terjadi. Pada tanggal 22 Desember, erupsi diduga menyebabkan tsunami yang menerjang Banten dan Lampung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pukul 21.03 WIB. Aktivitas erupsi menyebabkan terjadi longsoran bawah laut.

"Tanggal 22 Desember pukul 21.03 WIB menit, Badan Geoglogi mengumumkan terjadi erupsi lagi Gunung Anak Krakatau. Kemudian pukul 21.27 WIB tidegauge (pengamatan sementara) Badan Informasi Geospasial yang terekam oleh BMKG menunjukkan adanya tiba-tiba ada kenaikan muka air pantai. Jadi ada kenaikan air, dan kami analisis kami merekam waktu untuk menganalisis, apakah kenaikan air itu air pasang akibat fenomena atmosfer, ada gelombang tinggi kemudian bulan purnama, jadi saat ini itu memang pada fase seperti itu. Namun setelah kami analisis lanjut gelombang itu merupakan gelombang tsunami, jadi tipe polanya sangat mirip gelombang tsunami yang terjadi di Palu," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kantor BMKG, Jakarta, Minggu (23/12).

Tsunami Juga Dipicu Gelombang Pasang Bulan Purnama


Faktor kedua yang diduga menyebabkan tsunami adalah gelombang pasang karena bulan memasuki fase purnama. Gelombang pasang menyebabkan permukaan air laut meningkat.

"Jadi, kalau statement resmi yang disampaikan BMKG, faktor penyebab tsunami adalah longsoran bawah laut yang disebabkan aktivitas Gunung Anak Krakatau, yang kebetulan terjadi bersamaan dengan gelombang pasang," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di kantor BPBD Yogyakarta, DIY, Minggu (23/12).

Lokasi Terdampak Tsunami


BNPB mencatat wilayah yang paling terdampak tsunami adalah Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lampung. Pandeglang adalah wilayah yang mengalami kerusakan terparah.

"Daerah yang paling parah mengalami kerugian dan kerusakan paling parah adalah di Pandeglang," ucap Sutopo.

Jika dirinci, ada lima titik di Pandeglang yang terdampak yaitu Tanjung Lesung, Teluk Lada, Sumur, Panimbang, dan Carita. Untuk Serang dan Lampung Selatan, titik terdampak tsunami adalah Anyer, Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo, dan Katibung.


222 Orang Meninggal Dunia


Berdasarkan pembaharuan data yang dilakukan BNPB per pukul 16.00 WIB, tsunami mengakibatkan 222 orang meninggal dunia. Selain itu, 843 orang luka-luka, dan 30 orang hilang. Korban jiwa terbanyak berada di Pandeglang.

"Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang," jelas Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, korban di Kabupaten Serang tercatat 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Sedangkan korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. Di Kabupaten Tanggamus terdapat 1 orang meninggal dunia.


Dampak Kerusakan Tsunami


BNPB menjelaskan, sebanyak 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, dan 350 kapal dan perahu rusak karena tsunami. Data ini merupakan update BNPB per pukul 16.00 WIB.

"Kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak. Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di 4 kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus," ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya.


Dua Personel Seventeen hingga Aa Jimmy Meninggal


Sejumlah publik figur turut menjadi korban tsunami Selat Sunda. Dua personel band Seventeen, Herman Sikumbang (gitar) dan M Awal Purbani (bass) meninggal dunia. Mereka diketahui sedang konser di kawasan Tanjung Lesung dan tiba-tiba panggung roboh karena tsunami.

"Telah ditemukan jenazah gitaris band Seventeen, Herman Sikumbang," kata Yulia Dian selaku manajemen Seventeen, Minggu (23/12).

Selain Herman dan Bani, komedian Heriyanto atau yang dikenal dengan Aa Jimmy meninggal dunia akibat tsunami. Adalah Ifan 'Seventeen' yang melihat langsung jenazah Aa Jimmy.

"Aa Jimmy meninggal dunia, kebetulan saya lihat sendiri jenazahnya di pantai," ujar Ifan 'Seventeen' dalam sesi wawancara dengan TvOne, Minggu (23/12).


Waspada Potensi Tsunami Susulan, Warga Diminta Jauhi Pantai


BNPB menyebut masih ada kemungkinan potensi tsunami susulan karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berlangsung. Warga diminta menjauhi pantai.

"Tadi saya sampaikan, itu rekomendasi dari PVMBG, rekomendasi dari BMKG, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di pantai, menjauhi pantai untuk sementara waktu ini. Karena potensi susulan tsunami masih kemungkinan terjadi karena apa, erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus berlangsung sehingga berpotensi adanya tsunami susulan," ujar Sutopo dalam jumpa pers di Kantor BPBD Yogyakarya, DIY, Minggu (23/12).

BNPB tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Pihak terkait, seperti BMKG, Badan Geologi, KKP, atau BPPT masih menganalisis penyebab terjadinya tsunami dan potensi musibah susulan.

"Kami koordinasi dengan BPBD, ada kemungkinan sirene tadi alatnya rusak sehingga bunyi sendiri sehingga kita imbau masyarakat untuk tetap waspada. BMKG bersama badan geologi, BPPT, dan KKP, saat ini masih terus menganalisis penyebab pasti mengapa terjadi tsunami dan potensi susulan," kata Sutopo.

Itulah Beberapa Fakta Penting Tsunami Selat Sunda yang bisa kami rangkum untuk kalian semua, terima kasih sudah mengunjungi artikel / blog saya ya,


ARTISQQ
Share:

Kamis, 20 Desember 2018

Frans Dituduh Mencuri Buah Kelapa Sawit Yang Dia Tanam Sendiri

Frans Dituduh Mencuri Buah Kelapa Sawit Yang Dia Tanam Sendiri
Frans Dituduh Mencuri Buah Kelapa Sawit Yang Dia Tanam Sendiri


Suara Milik Rakyat ~ Petani miskin vs Perusahaan besar, petani dipenjara. Bagaimana tidak, sebuah perusahaan besar berhadapan dengan petani miskin yg hanya bermodalkan cangkul. Tentu saja petani kalah. Dengan kekuatan modalnya, perusahaan bisa berbuat seenak hatinya tanpa peduli itu menyakitkan manusia lain atau tidak. Bagi perusahaan itu tak penting.

Fakta ini tidak hanya satu atau dua kali terjadi di Indonesia, tapi berkali-kali dan banyak orang menganggap kasus semacam ini sudah biasa. Padahal sesungguhnya ini tidak biasa-biasa saja, kasus ini merupakan kejahatan kemanusiaan yg dilegalkan di Indonesia.

Kali ini petani miskin vs perusahaan besar kembali terjadi di Desa Panca Makti, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Seorang petani harus mendekam di penjara karena berusaha mempertahankan tanah miliknya.

Sebuah perusahaan perkebunan sawit bernama PT Mamuang menuduh Frans mencuri buah kelapa sawit yg ia tanam dengan keringatnya sendiri. Ini tentu saja sebuah modus perampasan tanah yang sering digunakan perusahaan untuk mengusir petani dari tanahnya.

Jika ditelusuri tuduhan semacam ini tidak hanya dialami Frans, tapi ada puluhan petani di Rio Pakava terpaksa tersingkir dari tanah mereka karena dihadapkan dengan hukum yang tajam ke bawa, tapi tumpul ke atas.

PT Mamuang merupakan satu dari anak usaha PT Astra International yang beroperasi di sektor Agribisnis perkebunan sawit di Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Pada 2017, PT Astra International mencatat ada 224 anak usaha dibawanya yang bergerak pada tujuh segmen usaha yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tentu dengan kekuatan moda besarnya, petani miskin seperti Frans tidak akan mampu melawannya sendirian, apalagi melalui proses hukum. Frans setidaknya harus mendapat dukungan besar dari seluruh raktyat miskin (petani, nelayan, buruh dan pengangguran) melalui solidaritas-solidaritas dan kecaman-kecaman atas ketidakadilan ini.

Solidaritas dari masyarakat miskin harus lebih besar untuk membebaskan Frans dari tuduhan yg tidak masuk akal itu. Dengan demikian Walhi Sulawesi Tengah mengajak seluruh rakyat miskin dimana pun untuk terus mendukung Frans dan mengirimkan kecaman dan protes kepada Negara agar Frans dibebaskan dari tuduhan perusahaan. Mari terus bersolidaritas...!!!

Sumber FB : Kadi Katu

ARTISQQ
Share:

Minggu, 16 Desember 2018

Muhammad Khaidir Dihabisi Nyawanya Secara Biadab Saat Akan Menumpang SHolat Disebuah Masjid

Muhammad Khaidir Dihabisi Nyawanya Secara Biadab Saat Akan Menumpang SHolat Disebuah Masjid
Muhammad Khaidir Dihabisi Nyawanya Secara Biadab Saat Akan Menumpang SHolat Disebuah Masjid


Suara Milik Rakyat ~ Senin dini hari, 10 Desember 2018, Muhammad Khaidir (23) dihabisi nyawanya secara biadab saat akan menumpang sholat tahajud di dalam sebuah masjid, Mahasiswa UIT Makassar itu tewas mengenaskan setelah dibantai layaknya binatang oleh sejumlah massa yang menuduh Muhammad Khaidir mencuri di masjid,  massa terlihat kesetanan di dalam tempat suci tersebut,

Sang Kakak, Sunarty, mengungkapkan fakta mengejutkan, di malam kejadian, saat menuju ke Jeneponto untuk menemui sepupunya, Di tengah perjalanan ia singgah di Masjid Nurul Yasin Kampung Jatia, Kecamatan Bajeng, Sulawesi Selatan untuk shalat tahajud.

Masjid ini berada di Jl Poros Limbung, Gowa.

Tak lama berselang, marbot masjid berteriak-teriak kesurupan. Khaidir diteriaki 'Maling' dari corong Masjid oleh si marbot yang akhirnya ikut membantai Khaidir.

Sejumlah warga yang berdatangan tanpa basa basi langsung dengan sigap mengeroyok Khaidir tanpa ampun.

Karena tidak mendapatkan bukti pencurian, entah karena telah terbiasa menutup kebohongan dengan kebencian, mereka kemudian dengan santainya berbalik menuduh Khaidir merusak Masjid itu.

Khaidir dituduh telah menghancurkan lemari mesjid, memecahkan hiasan kaligrafi bertulisan Arab, mematahkan tiang mic, serta merusak pembatas saf masjid.

Ironisnya, detik-detik pembantaian ketika Khaidir meregang nyawanya sempat divideokan oleh salah seorang pelaku.

Muhammad Khaidir Dihabisi Nyawanya Secara Biadab Saat Akan Menumpang SHolat Disebuah Masjid
DITUDUH MENCURI DI MASJID, MAHASISWA TEWAS DIAMUK MASSA


Dari autopsi tim dokter forensik RS Bhayangkara Polda Sulsel, pada jenazah Khaidir ditemukan berbagai luka parah akibat kebiadaban yang dialaminya, diantaranya:


  • 1. Memar pada mata sebelah kanan akibat benda tumpul
  • 2. Luka lecet pada pipi kanan
  • 3. Luka sobek pada alis kanan
  • 4. Luka robek pada daun telinga kanan
  • 5. Patah pada bagian rahang bawah
  • 6. Luka memar pada telapak tangan
  • 7. Luka robek pada betis kanan
  • 8. Luka robek pada pergelangan tangan kiri.
  • 9. Memar dan robek pada kepala bagian belakang dan pecahnya pembuluh darah pada kepala.
  • 10. Sejumlah luka dalam pada bagian punggung dan sisi perut.


Setelah proses penyelidikan kilat, Rabu, 12 Desember 2018, kepolisian dalam waktu singkat berhasil meringkus tujuh orang pelaku pembantaian Khaidir di dalam rumah allah itu.


Berikut peran tujuh tersangka dalam peristiwa Mahasiswa yang dibantai di Masjid tersebut :

1. RDN (47), marbot masjid merangkap pengangguran, warga Mata Allo, Bajeng, jahanam ini yang berperan memprovokasi warga melalui microfon dengan mengatakan seolah-olah ada maling di dalam masjid itu. Agama: Islam. 
2. ASW alias Endi (26), karyawan swasta, warga Mata Allo, Bajeng, berperan menendang badan korban dan menganiaya serta meninju korban berulang kali. 
3. HST (18), pengangguran, warga Mata Allo, Bajeng, berperan menendang korban, memukul paha dan badan korban secara kesetanan berulang kali. 
4. IDK (52), pedagang, warga Mata Allo, Bajeng, berperan memukul lengan dan badan korban dengan menggunakan kepalan tangan, membuka helm korban dan memukul pipi korban menggunakan helm. 
5. SDS (53), pekerja serabutan, warga Mata Allo, Bajeng, berperan memukuli korban berulang kali dengan menggunakan kepalan tangan dan balok. 
6. INA (24), swasta, warga Mata Allo, Bajeng, berperan menendang kepala dan memukul perut korban secara membabi buta. 
7. YDS (49), tukang jahit, warga Mata Allo, Bajeng, berperan memukul kepala korban menggunakan kepalan tangan dan balok kayu. 


Dari TKP, polisi mengamankan :


  • 1 batang balok sepanjang 1 meter.
  • 1 papan bertuliskan dilarang buang sampah.
  • 1 lembar sarung milik si marbot.
  • 1 pecahan kaca.
  • 1 buah stand mic.
  • 1 buah potongan kayu yang patah.



Sementara barang milik korban, berupa :


  • 1 buah tas selempang warna cokelat.
  • 1 buah tas punggung milik korban,
  • 1 pasang baju kemeja lengan pendek warna abu-abu gelap dan celana cokelat milik korban yang berlumuran darah.
  • 1 buah motor milik korban dalam kondisi terbakar.
  • 1 buah helm milik korban, yang digunakan untuk memukuli dirinya, serta
  • 1 pasang sandal jepit warna hitam.



Bapak korban H. Baharuddin S.Pd adalah kepala sekolah, dan ibunya, Hj. Hasnillah, adalah seorang guru. Keluarganya cukup terpandang di Manarai, Sulawesi Selatan.

Menurut informasi, baru 3 hari lalu, korban dikirimi uang oleh orang tuanya sebanyak Rp 2 juta,

Para tersangka akan dijerat dengan pasa 170 ayat (2) ke 3 KUHP tentang kekerasan secara bersama- sama terhadap orang yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman
12 TAHUN PENJARA.

Saya pribadi kecewa dan sedih akan kasus tumpahnya darah saudara kita sesama ISLAM di halaman mesjid atau rumah Allah, mudah mudahan tidak terjadi lagi utamanya di NEGARA KITA NEGARA HUKUM yang tercinta INDONESIA.

Sumber : news.rakyatku
Facebook : Josh Munthe





ARTISQQ
Share:

Minggu, 09 Desember 2018

TNI Kuasai Yigi dan Mbua, Lanjut Memburu KKSB Egianus

TNI Kuasai Yigi dan Mbua, Lanjut Memburu KKSB Egianus


Suara Milik Rakyat ~ Distrik Yigi dan Mbua, Kabupaten Nduga, Papua telah berhasil dikuasai oleh aparat gabungan TNI-Polri. Dua distrik tersebut sebelumnya sempat dikuasai oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

"Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri telah menguasai dan menduduki distrik Yigi dan Mbua," ujar Kapendam XVII/Cend, Kolonel Inf Muhammad Aidi, dalam keterangan tertulis, Minggu (9/12/2018). 

Aidi mengatakan, pasca dikuasai oleh TNI-Polri, warga di Mbua yang sebelumnya mengungsi di hutan sudah berangsur kembali ke wilayah tersebut. Roda ekonomi juga sudah tampak berjalan kembali.

"Sedangkan di Yigi situasi kampung masih sepi hanya beberapa warga yang bertahan di kampung sementara sebagian masyarakat masih berlindung di hutan," katanya. 

Seperti diketahui, Tim gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya yang menyerang para pekerja trans Papua. Pengejaran terus dilakukan hingga para pelaku tertangkap, hidup atau mati.

Tak hanya pengejaran kepada pelaku, pencarian korban pembunuhan KKSB juga terus dilanjutkan oleh aparat. Total sudah ada 17 jenazah yang ditemukan sampai saat ini.

Perkembangan terbaru hingga Minggu (9/12/2018), jenazah ke-17 ditemukan oleh aparat di kawasan Punca Kabo, Nduga, Papua. Jenazah tersebut punya luka tusuk dan bacok di leher belakang. Identitas jenazah itu belum dipastikan.


ARTISQQ
Share:

Jumat, 30 November 2018

Sopir Avanza Digoda Cewek Sampai Masuk Kuburan, Benarkah?

Sopir Avanza Digoda Cewek Sampai Masuk Kuburan, Benarkah?
Sopir Avanza Digoda Cewek Sampai Masuk Kuburan, Benarkah?


Suara Milik Rakyat ~ Postingan di Facebook menampilkan sebuah mobil Avanza nangkring di areal pemakaman / Kuburan di Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Postingan tersebut menjadi viral karena dibubuhi caption berbau mistis. Hii... Serem.

Akun facebook itu memposting mobil Avanza warna hitam bernopol L-1385-KX berada di tengah makam. Caption horor ditambahkan dalam postingan.

"Avanza tadi malam sopirnya digoda cewek, diajak mampir ke rumahnya dan disuruh nginep. Ternyata setelah sadar di kuburan," demikian tulisan tersebut.
Sopir Avanza Digoda Cewek Sampai Masuk Kuburan, Benarkah?

Netizen pun beramai-ramai memberikan tanggapan bahkan menyebarkan postingan tersebut, tanpa memeriksa kebenarannya. "Asli di daerahku. Lagi rame memang saat itu jalan masuk ke kuburan cuma 1 dan itu pun kecil. Hanya bisa dilewati motor," tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Dalam sejumlah sebaran di medsos, netizen mengatakan kejadian itu bukti kebesaran Tuhan. Bahkan, banyak yang menyebutkan bahwa kejadian itu benar terjadi dan ada "campur tangan" alam gaib.

Warga kemudian menanyakan hal ini ke aparat kepolisian. Benarkah kecelakaan itu karena sopir digoda hantu perempuan? "Itu hoax. Yang benar kecelakaan tunggal. Mobil menabrak pagar makam dari besi kecil lalu masuk ke dalam. Tidak tiba-tiba masuk ke makam," kata Kanit Laka Polres Pasuruan Iptu Marti, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (30/11/2018).

Kecelakaan itu terjadi, Senin 26 November 2018, sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, mobil Avanza dikemudikan Muchammad Tri Laksono (38) warga Wiyung Tengah, Surabaya melaju dari arah Malang ke Surabaya.

Sesampainya di lokasi kejadian, mobil mendadak mengarah ke kiri dan menabrak trotoar. Selanjutnya, mobil menabrak rambu dan menabrak pagar langsung masuk ke dalam makam.

Sopir Avanza Digoda Cewek Sampai Masuk Kuburan, Benarkah?

"Dugaan awal, pengemudi mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi," terangnya.

Akibat kecelakaan itu, mobil mengalami kerusakan parah di bagian depan. Sejumlah nisan juga rusak.

Sementara itu 5 penumpangnya selamat dan semuanya dirawat di RS Sahabat Sukorejo. Mereka rata-rata mengalami luka lecet dan lebam.

5 Penumpang Avanza tersebut yakni pengemudi Muchamad Tri Laksono (38), anggota TNI AD, bertugas di Kodam V Brawijaya, Surabaya, Sherin Eka Putri Laksono (11), Endang Kuswati (67), Fatihatur Rohmah (19) dan Harlin Ilahika Sudayati (13).


ARTISQQ
Share:
Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com