Suara Milik Rakyat

Suara Milik Rakyat di dalam nya terdapat berita Peristiwa | Informasi | Motivasi | Unik | Entertainment | Politik | Kesehatan | kriminal

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D

Rabu, 14 November 2018

Kronologi Tewasnya Sopir Grab yang Ditemukan Tinggal Tulang

Kronologi Tewasnya Sopir Grab yang Ditemukan Tinggal Tulang
Kronologi Tewasnya Sopir Grab yang Ditemukan Tinggal Tulang


Suara Milik Rakyat ~ Polisi telah menangkap satu pelaku dan menemukan tulang belulang sopir GrabCar asal Palembang, Sumatera Selatan. Polisi mengatakan ada 4 pelaku yang menghabisi nyawa korban, Sofyan.

Berikut adalah informasi yang dirangkum detikcom dari tewasnya sang sopir Grab berusia 43 tahun yang memiliki 4 orang anak tersebut, Kamis (15/11/2018):

Senin, 29 Oktober 2018

Korban menerima orderan dari seorang penumpang dengan akun atasnama TY. Penumpang itu memesan GrabCar dari SPBU KM 5 rujuan KFC bandara SMB II Palembang.

Setelah menerima orderan, korban pun langsung menuju titik penjemputan. Di lokasi, ternyata ada 4 penumpang laki-laki yang mengaku memesan GrabCar atasnama TY.

Korban mempersilahkan penumpang itu naik dan mengantarnya ke lokasi tujuan. Di perjalanan, korban merasa curiga dan mengirim pesan singkat lewat grup WA.

Dalam pesan singkatnya, korban minta rekan-rekan se-profesinya untuk dapat memantau memuju lokasi pengantaran. Korban mengaku mendapatkan orderan dari akun wanita, tapi yang naik malah laki-laki.

Pada malam harinya, keluarga menungu kepulangan Sofyan. Namun tak kunjung pulang. Bahkan nomor handphone tidak lagi aktif saat dihubungi.

Selasa, 30 Oktober 2018

Istri korban, Fitri berusaha menghubungi rekan-rekan korban. Namun sayang tidak satu orang pun tahu keberadaan korban.

Didampingi para sopir taksi online, Fitri melaporkan ke Polda Sumatera Selatan jika suaminya hilang. Bahkan Fitri mulai khawatir jika suaminya itu jadi korban pembunuhan.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan memanggil TY, sang pemilik akun yang digunakan untuk memesan Grab. Pada polsi, TY mengaku dia membantu ada warga yang meminta untuk pesankan GrabCar.

Minggu, 11 November 2018

Polisi mulai menemukan titik terang atas kasus sopir GrabCar yang hilang secara misterius itu. Polisi menangkap RD (42), salaj satu warga Musi Rawas Utara yang ikut menjadi pelakunya.

Dia ditangkap tim Subdit Jatanras yang dipimpin langsung oleh Kasubdit, AKBP Yoga Baskara Jaya. Sayangnya saat itu pelaku tak tahu di mana ketiga temanya berada.

Senin, 12 November 2018

Secara marathon polisi minta keterangan RD. Tapi terakhir RD mengaku tak tahu di mana korban dibuang setelah dibunuh di lokasi tujuan bandara.

"Satu pelaku telah ditangkap. Korban ini (Sofyan, sopir GrabCar) dibunuh dengan cara dicekik. Pelaku yang berhasil kami tangkap lupa mayat korban dia buang di mana saat itu," kata Zulkarnain, Senin (12/11/2018).

Selain menangkap pelaku, Kapolda turut memastikan korban tewas dibunuh oleh para pelaku. Disebut Kapolda, ada empat pelaku yang terlibat pembunuhan sadis tersebut.

Selasa, 13 November 2018

Tim Subdit Jatanras menyusuri lokasi di mana korban dibuang. Terutana daerah Musi Rawas Utara sesuai petunjuk sang pelaku RD.

Karena tidak ada titik terang, polisi pun meminta bantuan Polres Muratara dan sopir-sopir truk di perusahaan. Banyak sopir yang mencium bau busuk ketika melewati jalan tanah di Desa Lakitan 2 minggu lalu.

Polisi melakukan pencarian dan akhirnya menemukan tulang belulang yang sudah terpisah-pisah. Jaraknya tidak jauh dari jalan dan ada di semak belukar di kebun sawit perusahaan swasta.

"Hari ini kami sudah menemukan tulang belulang korban pembunuhan sopir taksi online yang sempat hilang. Kondisi tidak lagi utuh," kata Kasubdit Jatanras Polda Sumatera Selatan, AKBP Yoga Baskara, Selasa (13/11/2018).

Tulang belulang yang ditemukan ini dari kepala, rusuk, hingga tulang belakang korban. Jarak penemuan sekitar 6 jam dari pusat Kota Palembang.

Setelah menemukan seluruh tulang, tim Jatanras Polda langsung membawanya ke RS Bhayangkara. Beberapa potongan tulang ditenukan, termasuk pakaian.

Rabu, 14 November 2018

Dini hari tadi tulang belulang tiba di RS Bhayangkara. Keluarga diminta datang untuk diambil sample DNA-nya.

Isak tangis sempat mewarnai ruangan jenazah RS Bhayangara. Namun, sang istri korban, Fitri masih tak percaya jika yang ditemukan polisi tulang belulang suaminya.

"Saya masih 50 persen keyakinan kalau itu suami saya. Mudah-mudahan bukan suami saya, kasihan anak-anak," cerita Fitri dengan mata berkaca-kaca.

Meskipun masih menunggu keluar hasil tes DNA, Fitri menangis saat melihat isi barang yang ditemukan olh polisi, salah satunya adalah pakaian korban.

"Kalau pakaiannya iya itu pakaian suami saya pas pergi dari rumah, ya Allah. Saya yakin ini bukan suami saya, bukan," kata Fitri.

Terakhir, korban diketahui meninggalkan empat orang anak dan semuanya masih kecil. Anak sulungnya, Rafi masih duduk di kelas 2 SMP atau berusia 14 tahun.

"Semoga pelaku segera ditangkap. Kami sudah kehilangan keluarga dan sekarang empat anak saya kehilangan bapaknya," kata istri korban, Fitri di RS Bhayangkara Palembang hari ini.

Kepada pihak keluarga, Kapolda Sumsel memastikan akan memburu tiga pelaku lain hidup atau mati. Peringatan keras ini disampaikan karena perbuatan pelaku sangat sadis.


ARTISQQ
Share:

Rabu, 07 November 2018

Turtorial Mudah Membuat Stiker Foto Sendiri Di WhatsAPP

Turtorial Mudah Membuat Stiker Foto Sendiri Di WhatsAPP
Turtorial Mudah Membuat Stiker Foto Sendiri Di WhatsAPP


Suara Milik Rakyat ~ Bosan dengan koleksi stiker dalam fitur teranyar WhatsApp? Coba saja buat stiker WhatsApp sendiri, lebih seru! Begini Turtorial Mudah Membuat Stiker Foto Sendiri Di WhatsAPP.

WhatsApp sudah menambah fitur baru yang memungkinkan penggunanya berkirim stiker -- walaupun ada yang belum bisa menikmati. Hanya saja pilihan stiker yang disediakan WhatsApp cukup sedikit. Tapi pengguna dimungkinkan menambahkan stiker buatan sendiri.

Caranya tidak sulit tapi tak pula instan, butuh beberapa langkah. Sebelum lanjut, apa yang detikINET sampaikan hanya untuk pengguna Android.

Sebelum membuat stiker, siapkan minimal 3 foto. Sebisa mungkin foto portrait dengan ragam ekspresi agar menarik. Kemudian instal 3 aplikasi ini di ponsel kamu, yakni:

  • Personal Sticker for WhatsApp
  • Background Eraser
  • PicsArt



Mari kita mulai membuat stiker WhatsApp dengan foto sendiri:

1. Hapus latar belakang foto

Agar stiker lebih menarik, disarankan menghapus latar belakang foto. Adapun caranya sebagai berikut:



  • Buka aplikasi Backgroud Eraser
  • Pilih Load a Photo, kemudian pilih foto yang akan diedit
  • Lakukan Crop gambar agar memudahkan proses penghapusan, bila sudah tekan DoneHapus latar belakang foto dengan opsi manual atau magic. Caranya usap jari pada bagian yang ingin dihapus.
  • Bila telah selesai, tekan done diikuti save.


2. Tambah kata-kata

Agar lebih menarik baiknya tambah kata-kata. detikINET menggunakan aplikasi PicsArt.



  • Tekan ikon + untuk memulai pengeditan diikuti memilih foto yang telah dihilangkan backgroudnya
  • Lalu pilih opsi Teks. Tuliskan kata yang diinginkan
  • Bila sudah, simpan gambar


3. Memasukkan stiker


Untuk memasukkan stiker ke dalam WhatsApp, kita menggunakan aplikasi Personal Sticker for WhatsApp.

  • Setelah membuka Personal Sticker for WhatsApp, kita akan langsung mendapati stiker yang telah kita buat
  • Tekan Add untuk menambahkan stiker ke WhatsApp
  • Selesai



Selanjutnya tinggal buka WhatsApp, dan lihat pada bagian stiker. Foto stiker yang telah dibuat tadi sudah langsung tersedia dan dapat langsung dikirim. Selamat mencoba!

Baca juga :

ARTISQQ
Share:

Jumat, 02 November 2018

WNI di Malaysia Bebas dari Ancaman Hukuman Mati

WNI di Malaysia Bebas dari Ancaman Hukuman Mati
WNI di Malaysia Bebas dari Ancaman Hukuman Mati


Suara Milik Rakyat ~  KBRI Kuala Lumpur membebaskan satu WNI, Mattari (40) dari ancaman hukuman mati di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Malaysia. Mattari merupakan WNI pekerja konstruksi di Malaysia.

"WNI atas nama Mattari asal Sampang, Madura, divonis bebas oleh hakim setelah pengacara KBRI Kuala Lumpur dari kantor pengacara Gooi & Azzura, memohon agar hakim memutuskan Dismissed Amount to Acquittal, lantaran saksi dan bukti yang diajukan jaksa penuntut umum dipandang sangat lemah," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan BHI Kemlu, Lalu M Iqbal dalam keterangan tertulis, Jumat (2/11/2018).

Lalu menjelaskan Mattari ditangkap pada 14 Desember 2016 di Kuala Lagat Selangor atas tuduhan melakukan pembunuhan terhadap seorang warga negara Bangladesh, tidak jauh dari lokasi Mattari bekerja. Polisi yang menyidik kasus tersebut menduga bahwa pembunuhan dilakukan karena cemburu kepada istrinya. Dengan dugaan tersebut, Mattari dituntut dengan Seksyen 302 Kanun Keseksaan dengan ancaman Hukuman Gantung sampai Mati.

Setelah menjalani sekitar 6 kali persidangan selama hampir dua tahun, pada 2 November 2018 hakim akhirnya memutuskan Mattari dibebaskan dari tuntutan hukuman mati dan pada hari yang sama dibebaskan dari penahanan. Mattari pun segera dibawa ke kantor KBRI Kuala Lumpur.

"Segera setelah dibebaskan, Mattari langsung dibawa ke KBRI oleh Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur. Mattari belum memutuskan apakah akan tetap tinggal di Malaysia atau kembali ke Indonesia setelah vonis bebas tersebut," ujar Lalu.

Di lokasi, Mattari menyampaikan apresiasi kepada pemerintah RI. Namun ia belum memutuskan apakah akan kembali ke Tanah Air atau tetap di Malaysia.

"Alhamdulillah, saya bisa bebas. Terima kasih Pemerintah yang sudah perjuangkan keadilan buat saya. Terima kasih," ucap Mattari.

Pada periode 2011-2018, terdapat 437 WNI terancam hukuman mati di seluruh Malaysia. Dari jumlah tersebut 301 WNI berhasil dibebaskan, 18 di antaranya dibebaskan pada tahun 2018. Saat ini masih terdapat 136 WNI berstatus terancam hukuman mati di seluruh Malaysia.

Baca juga :



ARTISQQ
Share:

Kamis, 01 November 2018

Kotak Hitam Lion Air Ditemukan, KNKT : Percayakan Kepada Kami

Kotak Hitam Lion Air Ditemukan, KNKT : Percayakan Kepada Kami
Kotak Hitam Lion Air Ditemukan, KNKT : Percayakan Kepada Kami


Suara Milik Rakyat ~ Black box atau kotak hitam pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang telah di temukan dan sekarang sudah ada di di kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Jakarta Pusat. Rencananya kotak hitam tersebut akan langsung dilakukan pemeriksaan.

Investigator KNKT Ony Soerjo Wibowo mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kotak hitam tersebut bagian dari perekam suara kokpit atau perekam data.

"Kita akan periksa dulu, verifikasi. Masih banyak cara, kami punya caranya, percayakan kepada kami," kaya Ony di kantor KNKT, Kamis (1/11/2018).

Dia menjelaskan, lebih baik bila kedua kotak hitam Lion Air tersebut dapat ditemukan. Namun, bila hanya satu aja, Ony menyebut pihaknya masih memiliki beberapa cara untuk meneliti penyebab kecelakaan pesawat di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat tersebut.

Kendati begitu, Ony enggan menjelaskan secara gamblang berbagai cara yang akan dilakukan KNKT selama proses penelitan. Sesuai peraturan yang ada, dia mengatakan pihaknya diberikan waktu selama satu tahun untuk menyelesaikan laporan.


Data dan Fakta


"Tapi sebelum itu dalam jangka waktu satu bulan (dari hari pertama kecelakaan) kami wajib menerbitkan apa yang disebut preliminary report yang berisi mengenai data dan fakta apa yang terjadi pada pesawat ini tanpa analisis, penjelasan, penyebab. Jadi yang kita ungkap adalah data dan faktanya saja," papar dia.

Selanjutnya, dia beralasan KNKT masih membutuhkan waktu untuk memeriksa lebih lanjut dari kotak hitam itu.

"Kami masih butuh waktu untuk melakukan banyak hal, untuk memeriksa flight data recorder," jelasnya.


Baca juga :



ARTISQQ
Share:

Selasa, 30 Oktober 2018

4 Pelaku Penyelundup 1,6 Ton Sabu Dituntut Hukuman Mati

4 Pelaku Penyelundup 1,6 Ton Sabu Dituntut Hukuman Mati
4 Pelaku Penyelundup 1,6 Ton Sabu Dituntut Hukuman Mati


Suara Milik Rakyat ~ Tiga anak buah kapal (ABK) dan satu kapten kapal pembawa 1,6 ton sabu, MV Min Lian Yu Yun 61870, dituntut hukuman mati. Penuntutan itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Agung, Alma, di Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

"Hari ini sidang pembacaan tuntutan kasus narkotika jenis sabu seberat 1,6 Ton dengan terdakwa 4 orang, yaitu Yao Yin Fa, Chen Meisheng, Chen Yi, dan Chen Hui. Jaksa penuntut umum menuntut para terdakwa dengan hukuman mati," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Yani Santoso kepada detikcom, Selasa (30/10/2018).

Yani menerangkan sidang berlangsung terbuka dan mendapat pengamanan terbuka dari Satuan Sabhara Polresta Barelang serta pengamanan tertutup dari Unit Opsnal Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri. Sidang dipimpin tiga hakim, yaitu Muhammad Chandra selaku ketua majelis hakim serta Redite dan Yonna Lamerossa sebagai anggota. Bandar Poker

"Mudah-mudahan vonis dari majelis hakim juga hukuman mati," ujar Yani.

Yani menjelaskan sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan nota pembelaan dari terdakwa pada Selasa, 13 November 2013. "(Proses hukum) masih panjang. Kita kawal terus supaya maksimal hukumannya," tegas Yani.

Keempat tersangka merupakan warga negara Cina. Mereka ditangkap di perairan Anambas, Kepri, pada 20 Februari 2018. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama Satgas Gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri dan Ditjen Bea-Cukai.

Baca juga :



ARTISQQ
Share:

Senin, 29 Oktober 2018

Yang Perlu Dibawa Keluarga Korban Lion JT 610 Sebut Kepala RS Polri

Yang Perlu Dibawa Keluarga Korban Lion JT 610 Sebut Kepala RS Polri
Yang Perlu Dibawa Keluarga Korban Lion JT 610 Sebut Kepala RS Polri


Suara Milik Rakyat ~ Kepala RS Polri Kombes Musyafak menyebutkan sejumlah hal yang perlu dibawa keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 ke Tim DVI. Salah satunya adalah catatan tanda medis seperti bekas operasi.

"Tentunya yang ada di form kuning pedoman pengisian petugas antemortem itu sudah standar internasional. Proses di luar negeri sama, selain identitias, kalau ada properti yang dipakai, kemudian tanda medis, seperti bekas operasi, tato, atau bahkan pernah pasang ring," kata Musyafak saat jumpa pers di kantornya, Senin (29/10/2018).

Selain itu, Musyafak juga mengingatkan para keluarga untuk membawa data diri korban, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga Ijazah. Keluarga juga diharap membawa rekam medis gigi atau jika tidak ada, keluarga cukup membawa foto korban yang memperlihatkan gigi saat tersenyum.

"Kemudian KTP kalau punya KTP, terkait sidik jari, ijazah, foto yang tampak gigi tersenyum, kalau tidak punya medical record gigi dan khususnya keluarga," jelasnya.

Dia mengingatkan agar keluarga, terutama orang tua atau anak korban, bisa datang langsung. Tujuannya untuk keperluan pengambilan sampel DNA.

"Kalau sudah didata secara lengkap dari tim antemortem, sebaiknya menunggu (pulang) saja. Karena data, termasuk contact person-nya, kalau teridentifikasi kita informasikan. Kalau nanti dibutuhkan tim antemortem data pendalaman, maka akan dipanggil, diminta keterangan kembali," ujarnya.

Hingga saat ini ada 24 kantong jenazah yang sudah dibawa ke RS Polri. Pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat terus dilakukan selama 24 jam tanpa henti.

Baca juga :



ARTISQQ
Share:

Ini Kisah Sony yang Selamat Dari Tragedi Lion Air JT 610

Ini Kisah Sony yang Selamat Dari Tragedi Lion Air JT 610
Ini Kisah Sony yang Selamat Dari Tragedi Lion Air JT 610


Suara Milik Rakyat ~ Sony Setiawan batal menumpangi pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Bagaimana kisahnya hingga batal naik ke pesawat nahas tersebut?

Sony merupakan warga Bandung yang bertugas sebagai PNS di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Bangka Belitung. Dia mengatakan dirinya kerap pulang ke Bandung saat akhir pekan dan kembali lagi ke Pangkalpinang untuk bekerja dengan penerbangan paling pagi.

"Saya memang asli Bandung, jadi setiap minggu pulang dan biasanya pakai pesawat paling pagi," kata Sony kepada wartawan di Pangkalpinang, Senin (29/10/2018).

Menurut Sony, biasanya dirinya sudah berada di bandara Soekarno-Hatta sejak pukul 03.00 WIB. Namun entah kenapa, tol Cikampek arah Jakarta macet parah. Hasilnya, Sony telat tiba di bandara dan harus berganti maskapai untuk bisa terbang ke Pangkalpinang.

"Biasanya saya sama teman-teman naik Lion Air JT-610, tapi nggak tahu kenapa hari ini tol Cikampek macet parah, jadi kita ketinggalan pesawat tersebut," ujarnya. 

Sony akhirnya menggunakan pesawat Sriwijaya Air yang berangkat pukul 09.40 WIB. Ia mengatakan, setelah mendengar pesawat Lion Air jatuh, Sony terkejut bercampur sedih karena ada teman-temannya di pesawat itu.

"Saya lemas dan nangis meneteskan air mata, karena teman-teman saya ada di situ, enam orang," cerita dia. 
"Keluarga langsung telepon dan nangis, mendengar kejadian pesawat jatuh," tutupnya.

Lion Air JT 610 sendiri berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Senin, (29/10/2018) pukul 6.20 WIB. Namun, 13 menit setelah take off pesawat hilang kontak dan akhirnya dinyatakan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Pesawat nahas tersebut membawa 189 orang . Puing pesawat, potongan tubuh dan seragam pramugari sudah ada ditemukan. Pencarian terus dilakukan selama 24 jam.

Baca juga :



ARTISQQ
Share:

Minggu, 28 Oktober 2018

2 Orang Diamankan, Tentang 52 Kios Yang Terbakar Dipasar Skouw Muara Tami

2 Orang Diamankan, Tentang 52 Kios Yang Terbakar Dipasar Skouw Muara Tami
2 Orang Diamankan, Tentang 52 Kios Yang Terbakar Dipasar Skouw Muara Tami


Suara Milik Rakyat ~ Dua orang diamankan terkait kebakaran di pasar perbatasan RI-PNG di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Api melahap pasar tersebut Minggu (28/10) pagi.

"Dua orang yang diamankan itu yakni Ny Y (pemilik kios) dan anaknya IPH," kata Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Yahya Rumra kepada Antara di Jayapura, Minggu petang.

Selain keduanya, kata Yahya, polisi turut mengamankan sejumlah saksi untuk digali keterangannya.

Insiden kebakaran itu menghanguskan 52 kios di Pasar Skouw, pasar yang melayani kebutuhan pokok warga Papua Nugini (PNG) yang mendatangi pasar tersebut menggunakan pas lintas batas (PLB).

Kata polisi menurut sejumlah saksi, api melahap bangunan pasar yang terbuat dari papan dan tripleks itu berawal saat warga membakar sampah di belakang rumah kosong yang berada di samping kios.

Sekitar pukul 09.10 WIT saksi IPH melihat ada sampah yang dibakar di dekat kiosnya, dan saat kemudian ia masuk ke dapur untuk memasak, namun tak berapa lama kemudian api menyambar dapur rumahnya.

Kobaran api di dapur itu memicu ledakan kompor dan mengenai bensin yang berada di dalam dapurnya sehingga kobaran api makin membesar.

"Api terus membesar dan mengenai kios lainnya sehingga salah satu saksi yakni Robiyanto berupa mendobrak dinding kios namun karena panik tanpa sengaja menabrak jirigen berisi 35 liter bensin hingga membuat api semakin membesar," kata Rumra.

Selanjutnya, kata Rumra, api terus membesar dana menghanguskan kios-kios yang berada di kawasan tersebut.

Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 12.45 WIT setelah dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kebakaran.

Kerugian akibat kebakaran 52 kios itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 miliar.

Baca juga :



ARTISQQ
Share:
Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com