Suara Milik Rakyat

Suara Milik Rakyat di dalam nya terdapat berita Peristiwa | Informasi | Motivasi | Unik | Entertainment | Politik | Kesehatan | kriminal

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D

Jumat, 28 September 2018

Pilu Warga Sulsel 2 Minggu Ditahan Polisi Tanpa Surat Penangkapan

Pilu Warga Sulsel 2 Minggu Ditahan Polisi Tanpa Surat Penangkapan


Suara Milik Rakyat ~ Kisah pilu A Amri Pratama Syaputra (30) warga Jalan Abdullah Dg Sirua (Abdesir), Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, ditangkap oleh sekelompok orang tak dikenal di rumahnya pada 2 minggu lalu. Setelah hilang lalu, ternyata Amri ditangkap oleh polisi tanpa surat penangkapan.

Ayah Amri, Amir Lesang mengatakan, ia keehilangan Amri kala dibawa sekelompok orang bersenjata. Mereka tiba-tiba saja mendatangi rumahnya sekitar pukul 04.00 Wita, pada 14 September lalu.

"Waktu itu, sekelompok pria berjumlah enam orang dan hanya berpakaian biasa
menggedor rumah lalu membawa Amri secara paksa yang hanya mengenakan sarung," kata Amir saat ditemui di kediamannya di Makassar, Jumat (28/9/2018).

Saat dibawa, sekelompok orang yang mengaku polisi itu datang tanpa adanya surat penangkapan. Bahkan orang-orang tersebut tidak menyebut berasal dari unit polisi dari mana saat menangkap.

"Mereka tidak bawa surat apa pun. Bertanya saja tidak boleh. Bahkan mereka menodongkan pistol ke istri anak saya di dalam kamar rumah dan disuruh diam. Amri hanya diikat oleh tali jemuran," ucapnya.

"Penangkapannya sangat tidak manusiawi. Anak saya dibawa dengan sarung bahkan sampai terlihat celana dalamnya. Mirip penculikan PKI," sambungnya. Bandar Poker

Setelah penangkapan hari itu, keluarga pun bingung siapa yang menangkap anaknya. Selama dua minggu, mereka mencari-cari di mana anaknya. Atas kehilangan ini, mereka pun melapor ke Mapolda Sulsel terkait kehilangan Amri.

"Kami bahkan sempat cari di kantor polisi dan BNN di Makassar dan keberadaan anak saya tidak ditemukan," ucapnya.

Namun, keberadaan Amri menemui titik terang. Beberapa petugas kepolisian dari Polres Kabupaten Gowa mendatangi rumah pagi tadi. Mereka mengaku sebagai pihak yang menangkap Amri.

"Sekitar pukul 06.00 wita, pagi tadi, tiga orang nengaku dari Polres Gowa mengatakan bahwa Amri berada di Polres Gowa," ucap Amir.

Pagi tadi, polisi baru membawa surat perintah penangkapan dan penahanan yang tertanggal 14 dan 15 September 2018. Polisi mengaku meminta maaf karena baru membawa surat itu.

"Mereka katanya sibuk dari sampai lupa bawa surat penangkapan. Bahkan mereka hanya bilang langsung jemput anak saya di kantor Polres Gowa urusi anak saya," ucapnya.

Menurutnya, polisi mengatakan anaknya diduga terlibat kasus pencurian. Yang menjadi pertanyaan Amir, kenapa polisi bertindak sewenang-wenang tanpa adanya surat penangkapan dari awal.

ARTISQQ
Share:

Rabu, 19 September 2018

Biadab! Perempuan-perempuan Muda RI Dijual Rp 400 Juta ke China

Biadab! Perempuan-perempuan Muda RI Dijual Rp 400 Juta ke China


Suara Milik rakyat ~ Biadab! Perempuan-perempuan Muda RI Dijual Rp 400 Juta ke China, Praktik perdagangan manusia ke China atau Tiongkok terungkap. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat aduan dari keluarga korban yang anak-anaknya dijual ke Tiongkok senilai Rp 400 juta.

"Berdasarkan pengakuan korban, mereka diperjualbelikan oleh calo atau agen perusahaan dengan nilai Rp 400 juta per orang," kata Koordinator Jaringan Advokasi Rakyat PSI Muannas Alaidid di DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2019).

Muannas mengatakan, informasi ratusan juta itu didapat ketika para korban meminta dipulangkan oleh suaminya di Tiongkok. Korban yang dikawin paksa di Tiongkok ditahan pulang ke Indonesia karena merasa sudah membeli dengan harga ratusan juta.

"Jadi 400 juta diperoleh berdasarkan informasi korban yang bertanya pada suaminya di Tiongkok. Ketika dia ingin pulang direspons, 'kamu tuh sudah saya beli. Saya kasih agen kamu Rp 400 juta'. Jadi dia menduga dijual oleh agen itu," lanjut Muannas.

Dia pun menilai pratik jual beli manusia ke Tiongkok ini perbuatan yang biadab. Dia meminta pemerintah ikut andil dalam pemulangan belasan WNI yang sampai saat ini masih disekap.

"Bagi saya yang mewakili keluarga korban berdasarkan informasi yang kita himpun yang kita interview kepada mereka, peristiwa human trafficing diduga 16 WNI yang berada di Tiogkok itu adalah perbuatan biadab yang dilakukan oleh pelakunya," katanya. 
"Ini akan menyedihkan jika negara tidak hadir dalam persoalan ini dimana melakukan pembiaran karena ini sudah terlalu lama dilaporkan di Mapolda Jabar, kurang lebih sekitar 5 bulan. Kalau kemudian aparatur terkait Menlu, institusi kepolisian atau misalnya lembaga perlindungan warga negara yang melakukan pembiaran tehadap ini, ya situasi ini akan mengundang banyak kecaman dari masyarakat," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan ada 16 WNI yang dijual ke Tiongkok untuk dikawin kontrak. Mereka masih disekap dengan keadaan yang memprihatinkan.

Grace mengatakan, kebanyakan WNI yang dijual ke Tiongkok masih dibawah usia 30 tahun. Bahkan ada yang di bawah umur.

"Sekarang kondisinya memprihatinkan, mereka disekap diberi makan lewat jendela, ada foto menunjukan luka. Waktu ngobrol di atas ada foto luka di kepala, ada juga keponakan ibu Yuni yang baru operasi sesar 4 bulan, sekarang dipaksa menikah berhubungan seks. Jadi kondisi meprihatinkan dan mereka terjebak di negara jauh, nggak bisa pulang," katanya. 
Sumber : Detikcom
Baca juga :

ARTISQQ
Share:

Rabu, 12 September 2018

Beberapa Fakta Pembunuhan Sadis Ella yang Di tusuk 28 kali

Beberapa Fakta Pembunuhan Sadis Ella yang Di tusuk 28 kali
Beberapa Fakta Pembunuhan Sadis Ella yang Di tusuk 28 kali


Suara Milik Rakyat ~ Beberapa Fakta Pembunuhan Sadis Ella yang Di tusuk 28 kali masih misterius. Janda cantik berusia 42 tahun itu tewas pada Selasa (9/11/2018) sore di kediamannya yang terletak di Kampung Pangragajian, RT 3 RW 9, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dengan kondisi berlumuran darah.

Tubuhnya dimakamkan Rabu pagi (12/09/2018). Kerabat dan mantan suaminya Andi (48) terlihat di pemakaman. Tapi anak tunggalnya MA (16) tidak hadir di pemakaman. Anak dengan kebutuhan khusus adalah orang terakhir dengan korban.

Berikut sejumlah fakta Pembunuhan Sadis Ella yang Di tusuk 28 kali yang dikumpulkan oleh AFP hingga Rabu (12/09/2018) malam:


  • Ella adalah profesi sebagai karyawan BUMN


Ella sering sibuk dengan pekerjaannya setiap hari. Korban bekerja dari pagi hingga sore. Diketahui, korban tercatat sebagai pegawai BUMN yang bergerak di sektor perbankan di kawasan Setiabudi, Kota Bandung.

"Jadi, untuk korban ini, Ella Nurhayati diperkirakan berumur 42 tahun untuk pekerjaan pegawai BUMN," kata Kapolsek Lembang, Dedi Hermayadi.


  • Ella dikenal sebagai orang yang baik


Ella adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Di dalam keluarganya, korban sering disebut 'Yayang' sebagai tanda cinta. Korban dikenal sebagai orang yang tertutup tetapi baik di mata keluarga dan kerabatnya.

"Pasti (kehilangan). Teman curhat banget, teman-teman baik. Baik, tersenyum, tidak ada cacat, dan tidak pernah ada masalah dengan teman-teman," kata rekan kerja Ella, Ani Yuliani, menangis di pemakaman.


  • Ella ditemukan mati oleh tetangganya


Korban pertama kali ditemukan tewas oleh tetangga bernama Deni Irawan (36). Jarak antara rumah korban dan tetangga tidak terlalu jauh. Sebelum menemukan korban tewas, Deni mendengar jeritan seorang anak korban bernama MA (16).

"Anak itu meminta bantuan sambil mengatakan bahwa ibu gogog ibu gogog. Saya pikir digigit oleh gogog. Pintunya terkunci, saya bilang ambil kuncinya," katanya ketika ditemui di kediamannya.


  • Ketika Ella ada di rumah bersama anaknya


Setiap hari, Ella tinggal sendirian di rumahnya. Namun, jika akhir pekan atau liburan anak korban yang sering dilihat dikawal oleh mantan suaminya. Ella menceraikan mantan suaminya sejak 2004. Kasatreskrim Cimahi Polisi Niko N. Adiputra mengatakan saat kejadian korban berada di rumah bersama anaknya.

"Tidak ada di dalam rumah. Kalau kebiasaan sehari-hari biasanya korban sendiri, tapi ketika kejadian itu terjadi, ada dua korban dan anak-anak mereka," kata Niko di kantor polisi Cimahi, Rabu (12/9/2018).


  • Anak-Anak Ella dengan Kebutuhan Khusus


MA (16) bersama korban ketika insiden itu terjadi. Ia mengikuti SLB yang berlokasi di Kota Cimahi.

"(Anak korban) membutuhkan perlakuan khusus sehingga kami akan melakukannya untuk agenda pemeriksaan kejiwaan," kata Niko. Hingga kini polisi masih memeriksa anak korban.

Nah itulah Beberapa Fakta Pembunuhan Sadis Ella yang Di tusuk 28 kali yang baru bsa di simpulkan, dan masih belum bisa menuju ke pelaku nya, dan masih di telusuri pelakunya

semoga pelakunya cepat tertangkap dan di hukum seberat-berat nya, amin,,


ARTISQQ
Share:

Sabtu, 01 September 2018

Bonus untuk Pahlawan Asian Games 2018

Bonus untuk Pahlawan Asian Games 2018
Bonus untuk Pahlawan Asian Games 2018


Suara Milik Rakyat ~ Sehari menjelang penutupan Asian Games 2018, Indonesia mantap bertengger di posisi keempat dengan menguasai 30 medali emas. Sukses ini tentunya didapat berkat perjuangan dan kerja keras para atlet tim Merah Putih.

Demi menghargai pencapaian dan prestasi para atlet Asian Games 2018, pemerintah telah menyiapkan Bonus untuk Pahlawan Asian Games 2018. Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memastikan bonus tersebut.

"Saya ingin agar bonus diberikan kepada para pahlawan olahraga ini sesegera mugkin, kalau bisa sebelum keringat mereka mengering," tweet Jokowi dalam akun Instagram resminya, @jokowi, Kamis, 30 Agustus 2018.

Baca juga :

Berapa besaran bonus para atlet peraih medali di Asian Games 2018? Simak Infografis berikut ini :

Bonus untuk Pahlawan Asian Games 2018

Menpora Siap Cairkan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memastikan pemberian bonus bagi para atlet peraih medali Asian Games 2018 akan segera dicairkan pada pekan pertama September 2018.

Imam menjelaskan, bonus medali Asian Games ke-18 yang diberikan pemerintah itu bukan hanya bagi atlet peraih medali, tapi juga bagi para pelatih dan asisten pelatih.

Imam menegaskan, seluruh bonus akan dikirim langsung melalui rekening masing-masing atlet, pelatih, dan asisten pelatih. Nilai bonus yang diterima pun merupakan nominal bersih tanpa pemotongan pajak.

Menkeu Pastikan Dana Tersedia

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perolehan medali di Asian Games 2018 adalah kabar gembira yang harus diapresiasi. Untuk itu, dia memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran bagi atlet-atlet berprestasi.

"Tentu kami bahagia karena melebihi ekspektasi dan Wapres sampaikan maksimal 16, ini jauh sudah sampaikan. Presiden akan memberikan penghargaan dan nanti akan disiapkan, anggarannya sudah siap," ujar Sri Mulyani di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018.

Baca juga :

ARTISQQ
Share:

Kamis, 30 Agustus 2018

Beberapa Rangkaian kasus Begal Sadis Yang Menghantui Kota Bandung

Beberapa Rangkaian kasus Begal Sadis Yang Menghantui Kota Bandung
Beberapa Rangkaian kasus Begal Sadis Yang Menghantui Kota Bandung


Suara Milik Rakyat ~ Aksi begal kini merajalela dan mengganggu terus menghantui warga Kota Bandung. Tindakan begal yang bertindak dalam beberapa kali kali ini sangat sadis. Bahkan salah satu korbannya seorang siswi yang akhirnya meninggal.

Detikcom merangkum Beberapa Rangkaian kasus Begal Sadis Yang Menghantui Kota Bandung yang menarik perhatian dalam dua minggu terakhir.

Insiden pertama dialami oleh seorang pria ketika melewati Jalan Jakarta, Kota Bandung, Rabu (22/8) dini hari.

Saat itu korban inisial KJ di tengah asik dengan rekannya menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba korban disematkan oleh sejumlah pelaku. Korban sempat berkelahi ketika sepeda motor akan di ambil oleh si pelaku.

Tetapi korban akhirnya tidak berdaya setelah pelaku menghantam benda tumpul yang dicurigai sebagai senjata api ke arah matanya. Akhirnya korban mendapat luka di pelipis dan sepeda motor itu berhasil dibawa oleh para pelaku.

"Dilakukan oleh beberapa orang (pelaku). Jika informasi korban mirip dengan senjata (api). Tapi itu masih perlu diselidiki," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema saat dihubungi.

Baca juga :

Dua hari kemudian, warga Korea Selatan yang berada di Kota Bandung menjadi korban. Korban berinisial M (21) sedang berlibur sambil mendukung negaranya berkompetisi di Asian Games 2018.

peristiwa yang terjadi pada korban ini terjadi di persimpangan Jalan Aceh - Lombok, Kota Bandung, Jumat (24/8) pukul 14.30 WIB. Para pelaku yang menggunakan sepeda motor itu, menyita ponsel korban.

Untung korban tidak mengalami luka-luka. Korban telah berusaha mengejar pelaku, tetapi tidak berhasil. Korban akhirnya melapor ke polisi.

"Ya, menjadi korban mengunjungi Bandung dan dia mengatakan bahwa itu tidak akan lama karena dia akan pergi ke Jakarta untuk menonton Asian Games. Jadi dia adalah turis, pendukung atau penonton," kata Kapolrestabes Bandung Irman Sugema.

Baru-baru ini, seorang siswi dengan inisial S (23) sedang kritis di Rumah Sakit Borromeus setelah di begal, Korban menderita luka parah di kepala karena terbentur aspal sampai tidak sadarkan diri.

Korban di begal dengan sadis oleh orang-orang tak dikenal di Jalan Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (30/8/2018) pukul 04.00 WIB. Korban berada di tengah-tengah saat di bonceng oleh seorang rekan menggunakan sepeda motor.

Korban S dan pasangannya pada waktu itu selesai makan di warung makan bakso, lalu pergi ke tempat pasangannya. Namun tiba-tiba, korban didatangi oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor.

"Kemudian tas itu ditarik, korban (S) yang sedang mengendarai sepeda jatuh dan sampai ada tabrakan di kepala. Informasi jatuh berguling-guling," kata Irman.

Setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Borromeus di Bandung, korban akhirnya meninggal pada Jumat (31/08/2018). Korban telah diambil oleh keluarga untuk dimakamkan.

"Rencananya adalah untuk dikubur di kota kelahirannya di Kota Banjar," kata salah satu rekannya, Tony Suganda, ketika dihubungi oleh AFP.

Para pelaku yang meresahkan warga Kota Bandung masih bebas berkeliaran. Polisi berjanji akan terus memburu dan menyelidiki pelaku sadis itu.

Baca juga :

ARTISQQ
Share:

Senin, 27 Agustus 2018

Foto 3 Polisi berpose Injak Bangkai Hiu Viral DI Medsos, Ini Kata Polda DIY

Foto 3 Polisi berpose Injak Bangkai Hiu Viral DI Medsos, Ini Kata Polda DIY
Foto 3 Polisi berpose Injak Bangkai Hiu Viral DI Medsos, Ini Kata Polda DIY


Suara Milik Rakyat ~ Foto 3 polisi berpose menginjak bangkai hiu yang terdampar di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul viral di media sosial. Polda DIY lalu minta maaf.

"Terkait kejadian tiga anggota kami yang tertangkap kamera sempat menaiki ikan hiu tutul mati tersebut, kami memohon maaf. Tidak ada maksud tertentu atas peristiwa tersebut," bunyi tweet akun @PoldaJogja, saat dilihat detikcom, Selasa (28/8/2018), pukul 08.41 WIB.

Sementara itu Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto membenarkan adanya tiga anggota jajaran Polda DIY yang naik dan berfoto di atas tubuh hiu. Peristiwa itu terjadi Senin (27/8) pagi setelah hiu terdampar di bibir Pantai Parangkusumo.

Baca juga :

Yuliyanto menyebut tiga anggota itu telah menyesal. "Anggota tersebut sudah menyesal karena perilakunya," jelasnya.

Informasi yang diterima detikcom, foto tiga oknum polisi berpose di atas tubuh hiu itu viral di sebuah akun grup facebook di Yogyakarta, kemarin. Foto juga dibagikan oleh warganet di akun facebook lainnya. Namun ketika detikcom mencoba membuka postingan itu pagi ini, sudah dihapus.

Tetapi foto tangkapan layar dari postingan itu sempat beredar di sejumlah grup whatsapp. Tampak tiga oknum polisi berpose berdiri di atas kepala dan tubuh hiu. Belum diketahui persis ketiganya berpose saat hiu masih dalam kondisi hidup atau sudah mati.

Diberitakan sebelumnya, seekor ikan hiu terdampar di bibir Pantai Parangkusumo, Senin (27/8) pukul 04.30. Hiu itu panjangnya sekitar 4 meter dengan bobot sekitar 1 ton. Awalnya hiu ditemukan masih dalam kondisi hidup, namun beberapa waktu kemudian mati. Butuh alat berat untuk membantu proses penguburan.

Baca juga :

ARTISQQ
Share:

Jumat, 24 Agustus 2018

Terbakarnya Pasar Pon Trenggalek Menyisakan Duka Yang Kiosnya Ludes Terbakar

Terbakarnya Pasar Pon Trenggalek Menyisakan Duka Yang Kiosnya Ludes Terbakar
Terbakarnya Pasar Pon Trenggalek Menyisakan Duka Yang Kiosnya Ludes Terbakar


Suara Milik Rakyat ~ Terbakarnya Pasar Pon Trenggalek menyisakan duka bagi ratusan pedagang yang setiap hari mengais rezeki. Sebagian besar kios pasar yang ada di dalam ludes terbakar beserta seluruh dagangannya.

Salah seorang pedagang Arloji, Imam Saekoni, seluruh dagangannya ludes tidak tersisa, padahal ia baru saja berbelanja beberapa hari yang lalu. Kerugian satu kios miliknya diperkirakan mencapai lebih dari Rp 50 juta.

"Satu kios milik saya saja kalau Rp 50 juta lebih, apalagi kemarin baru belanja, tidak ada yang sisa, semua habis. Ketika sampai pasar tadi saya sempat mengangis, tapi setelah melihat teman-teman pedagang lain ternyata juga sama," kata Imam, Sabtu (25/8/2018). 

Baca juga :

Pedagang yang telah berjualan sejak tahun 1959 ini menjelaskan, Pasar Pon ini diisi oleh ratusan pedagang mulai dari pakaian, elektronik, sembako, hingga pedagang buah-buahan.

Sementara itu Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Pon Trenggalek, Muhajirin, juga bernasib sama. Kios dagangannya juga habis dilalap si jago merah. Ia mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari dalah satu rekannya yang sedang berada di dekat pasar.

"Kebetulan ada teman yang ngopi di dekat sini, kemudian tahu kebakaran itu langsung memberi tahu saya. Habis sudah," katanya. 

Muhajirin menambahkan Pasar Pon Trenggalek tersebut memiliki 703 sertifikat kios, namun satu pedagang ada yang memiliki dua hingga tiga kios. Dari jumlah tersebut sebagian besar habis terbakar dan hanya menyisakan beberapa kios yang ada di sisi selatan. Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Baca juga : 

ARTISQQ
Share:

Kamis, 23 Agustus 2018

Jalan KS Tubun Ditutup, Polisi Olah TKP Mobil Yang Menabrak Pemotor Hingga Tewas

Jalan KS Tubun Ditutup, Polisi Olah TKP Mobil Yang Menabrak Pemotor Hingga Tewas
Jalan KS Tubun Ditutup, Polisi Olah TKP Mobil Yang Menabrak Pemotor Hingga Tewas


Suara Milik Rakyat ~ Polresta Surakarta melakukan olah TKP perkara pembunuhan pemotor eko Prasetio (28) yang ditabrak mobil di Solo. Selama olah TKP, Jalan KS Tubun ditutup.

Tampak di sisi selatan mulai persimpangan Jalan Adi Sucipto sudah ditutup dengan traffic cone. Di sisi utara pun sudah dipasang papan penutupan jalan.

Warga terlihat ikut memadati sekitar lokasi kejadian untuk menonton olah TKP.

Olah TKP yang melibatkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) dan INAFIS Polda Jateng tersebut sudah dimulai sekitar pukul 08.00 tadi. Hingga saat ini proses masih terus berjalan.

Beberapa rangkaian olah TKP sudah dimulai. Antara lain pemotretan dari mobil Traffic Accident Analysis (TAA) dan perekaman video drone di sejauh 50 meter Jalan KS Tubun.

Tampak pula petugas melakukan pengukuran jarak jalan. Petugas juga menandai titik-titik yang menjadi lokasi penabrakan dan lokasi tewasnya korban.

Baca juga :

Sebelumnya diberitakan pengendara mobil yang diketahui bernama Iwan Adranacus menggunakan mobil Mercedes Benz bernomor polisi AD 888 QQ sengaja menabrak Eko. Peristiwa ini berawal dari cekcok antara keduanya di Simpang Pemuda, Manahan Solo. Iwan saat merasa jalannya dihalangi oleh Eko.

"Mereka saling mengintip. Lalu teman pelaku keluar dari mobil dan mengejar korban. Bahkan sempat memukul helm korban," ujar Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Fadli, Rabu (22/7).

Mereka kembali cekcok saat bertemu lagi di depan rumah pelaku. Karena kesal, korban yang mengendarai Honda Beat diduga menendang bumper mobil pelaku.

"Kemudian pelaku mengejar korban hingga terjadi peristiwa di Jalan KS Tubun," ujarnya.

Baca juga :

ARTISQQ
Share:
Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com