Suara Milik Rakyat

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D
Angkor4D : Agen Sabung Ayam Terbaik | Togel Online | SPORTSBOOK
KampusQQ

Kamis, 21 Maret 2019

Nicky Tirta, Kondisi Vanessa Angel Sakit-Sakitan dan Berpikir Ingin Bunuh Diri



Suara Milik Rakyat ~ Nicky Tirta membagikan kondisi dari sahabatnya, Vanessa Angel yang mendekam di rutan Mapolda Jatim. Vanessa disebut sering sakit dan berpikir ingin bunuh diri. Nicky mengatakan rekan duetnya itu kerap berpikir untuk mengakhiri hidup. Namun Nicky menguatkan dan mencoba menghibur dengan candaan-candaan.

"Kemarin saya mengunjungi Vanessa di Surabaya, dan di sana saya diarahkan dgn baik sekali. Nggak mudah menjadi Vanessa yg menurutnya ini adalah "titik terendah" dalam hidupnya..dia sering sekali berpikir lebih baik hidupnya berakhir saja..Jadi saat itu saya memutuskan untuk. Kita lebih banyak bicara hal-hal positif," kata Nicky di postingan Instagramnya, dilihat detikHOT, Kamis (21/3/2019).

Selain itu, Nicky menceritakan kondisi Vanessa yang sering sakit-sakitan selama berada di dalam penjara. Dia mencoba menguatkan Vanessa dan mengajaknya berduet selepas keluar dari penjara nanti.

"Saya mencoba menghibur dengan bercanda2 , dan dengan selalu Menguatkan memberikan pandangan & harapan bahwa dia punya talenta yg sangat besar sekali, dan suatu saat dia akan bisa membuktikan kedepan dia akan menjadi manusia yg lebih baik lagi..Dan sy yakin itu.." kata Nicky. 
"10 tahun sy kenal, dan selama itu jg sy lihat talentanya besar..Pertemuan singkat ini diakhiri dgn kita sama2 berdoa dengan keyakinan masing2..kami berdua menangis.. sekaligus bahagia karena kita udah janjian ketika bebas suatu saat nanti kita berdua akan berkarya lagi..duet bareng lagi," imbuh Nicky yang berduet dengan Vanessa lewat 'Indah Cintaku'.

Semoga Vanessa Angel tabah menjalani semua cobaan dan saya fans nya pasti juga berdoa yang terbaik untuk nya, amin,,,


ARTISQQ
Share:

Selasa, 19 Maret 2019

10 Bulan Buron, Begal Sadis Driver Ojek Online Ditangkap

10 Bulan Buron, Begal Sadis Driver Ojek Online Ditangkap


Suara Milik Rakyat ~ Polisi meringkus begal sadis yang membacok driver ojek online Fakhri Husaini di Medan, Sumatera Utara. Pelaku berinisial YS (32) tersebut menjadi buron polisi sekitar 10 bulan.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, tersangka diringkus setelah 10 bulan lamanya kabur dari kejaran petugas kepolisian. Dalam penangkapan, kedua kaki YS terpaksa ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap.

"Tersangka ditangkap tidak berapa jauh dari kediamannya. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan intensif," ujar Yuda saat jumpa pers di Mapolresta Medan seperti dilansir Antara, Selasa (19/3/2019).

Fakhri dibegal oleh pelaku di Jalan Cemara/Tol Haji Anif pada 30 Mei 2018. Pelaku menikam tubuh korban dan mengambil motor Fakhri.

Nyawa korban masih bisa diselamatkan setelah sejumlah warga yang melihat Fakri terkapar minta tolong. Warga membawa korban ke klinik terdekat, dan selanjutnya dirujuk ke RS terdekat.


ARTISQQ
Share:

Jumat, 15 Maret 2019

Pria Bekasi Digugat Rp 5,1 Miliar Karena Hamili Pacarnya

Pria Bekasi Digugat Rp 5,1 Miliar Karena Hamili Pacarnya

Suara Milik Rakyat ~ Kisah cewek di Bekasi ini sungguh miris. Dia ditinggalkan pacarnya dalam kondisi hamil hingga bayinya meninggal ketika usia baru 1,5 bulan. Cewek ini pun tak terima atas perbuatan sang pacar dan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Bekasi dengan nilai gugatan Rp 5,1 miliar.

Dirangkum detikcom, Jumat (15/3/2019), cewek dan cowok itu berkenalan pada 24 Juli 2015. Mereka dikenalkan oleh teman mereka. Dari perkenalan itu, keduanya pun akhirnya pacaran.

Pada 25 Desember 2016, si cowok mengajak ceweknya pergi ke toko boneka. Namun tiba-tiba kendaraan dibelokkan ke arah hotel di daerah Bekasi.

Si cewek awalnya curiga tapi tak kuasa menolak karena cowok malah marah. Di kamar hotel, cewek itu akhirnya digagahi. Keperawanan cewek hilang seketika.

Setelah itu, si cowok mengulangi lagi persetubuhan itu berkali-kali dan si cewek tidak kuasa melawannya. Kehamilan tidak terhindarkan.

Saat perut semakin membesar, si cowok melancarkan jurus hidung belang. Dari mulai menghilang hingga tidak mau bertanggung jawab. Bahkan si cowok memarahi dan meminta si cewek menggugurkan janin dengan menyuruh meminum jamu-jamu tradisional.

Namun jalan Tuhan berkata lain. Janin itu tetap berkembang hingga bayi itu lahir pada 31 Januari 2018. Meski lahir sehat, kesehatan si bayi terus menurun hingga meninggal 1,5 bulan setelahnya.

Setelah dipikir panjang, si cewek akhirnya melayangkan gugatan atas si cowok karena si cowok tidak mau dimintai tanggungjawab. Si cewek meminta majelis hakim menghukum si cowok memberikan ganti rugi materiil Rp 100 juta dan kerugian imateriil Rp 5 miliar. Si cewek juga meminta uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1 juta untuk setiap hari keterlambatan dalam melaksanakan putusan setelah mempunyai kekuatan hukum tetap.

PN Bekasi juga membenarkan soal gugatan tersebut. Gugatan itu sudah berjalan dan saat ini sedang masuk ke agenda pembuktian.

"Benar ada gugatan itu. Nomor perkara 456/Pdt.G/2018/PN.Bks," kata juru bicara PN Bekasi Djuyamto kepada wartawan.

Sidang dipimpin oleh Abdul Ropik dengan anggota majelis hakim Adi Ismet dan Donald Panggabean.

"Sidang masih pembuktian dengan pemeriksaan saksi. Ketua majelis Abdul Ropik dengan anggota Adi Ismet dan Donald Panggabean," ujarnya.


ARTISQQ
Share:

Kamis, 14 Maret 2019

2 Teman Teroris Sibolga Di Ringkus Densus 88, Ini Perannya

2 Teman Teroris Sibolga Di Ringkus Densus 88, Ini Perannya


Suara Milik Rakyat ~ Liputan6.com - Densus 88 Antiteror Polri meringkus dua terduga teroris lainnya di Sibolga, Sumatera Utara. Masing-masing berinisial AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul. Keduanya merupakan teman terduga teroris, Husain alias Abu Hamzah yang lebih dulu ditangkap di Sibolga.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Ameng ditangkap di Jalan Kutilang, Kecamatan, Sibolga Selatan. Dia berperan sebagai penyandang dana dalam kelompok Sibolga.

"Dia penyandang dana untuk membeli berbagai kebutuhan untuk merakit bom, sebesar Rp 15 juta," ujar Dedi soal penangkapan terduga teroris itu di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Dari tangan Ameng, kepolisian menyita barang bukti berupa satu buah rompi berisi 10 bom pipa dan satu kardus berisi bahan peledak yang masih diperiksa di laboratorium forensik.

Sementara Ogek yang ditangkap di Jalan Singsingmangaraja, Kota Sibolga, berperan aktif dalam merencakan amaliah. Dia juga turut menyimpan bahan peledak.

Setidaknya, ada sekitar 300 kilogram bahan peledak yang diamankan polisi dari para terduga teroris itu. "Ini cukup besar," kata Dedi. ARTISQQ


Terus Mengembangkan

Densus 88 terus mengembangkan penyelidikan terhadap kelompok Sibolga itu. Polisi curiga, masih banyak rekan Abu Hamzah yang belum ditangkap mengingat jumlah barang bukti yang disita sangat banyak.

"Tentunya butuh anggaran yang cukup besar untuk bisa membeli bahan baku tersebut. Kita masih mendalami siapa yang berperan sebagai penyandang dana terhadap kelompok Sibolga ini," ucap Dedi memungkasi.

Sebelumnya, Husain alias Abu Hamzah diangkap Densus 88 Antiteror Polri di Sibolga pada Selasa 12 Maret 2019 sekitar pukul 14.23 WIB. Dalam operasi itu, sebuah bom meledak dari dalam rumah pelaku yang melukai petugas kepolisian dan warga setempat. ARTISQQ

Saat itu, polisi baru bisa menangkap Husain. Sementara istri dan anaknya memilih bertahan di dalam rumah yang tersimpan banyak bom rakitan. Aparat terus melakukan negosiasi untuk membujuk istri dan anak Husain menyerahkan diri.

Namun negosiasi akhirnya gagal setelah istri Husain memilih meledakkan diri menggunakan bom rakitan dari dalam rumahnya pada Rabu sekitar pukul 02.00 WIB. Istri dan anak Husain tewas dalam peristiwa tersebut.


ARTISQQ
Share:

Rabu, 13 Maret 2019

10 Jam Negosiasi Akhirnya Ledakkan Diri, Suami Terduga Akui Istri Lebih Militan

10 Jam Negosiasi Akhirnya Ledakkan Diri, Suami Terduga Akui Istri Lebih Militan


Cici imut - TRIBUNNEWS.COM ~ Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, meledakkan diri sekira pukul 02.00 WIB, Rabu (13/3/2019).

Terkait hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan jika Abu Hamzah mengungkap bila istrinya lebih militan atau memiliki pemahaman yang lebih keras daripada dirinya.

Karena itu, meski telah dilakukan negosiasi kurang lebih 10 jam, istri terduga teroris memilih meledakkan dirinya sendiri.

"Abu Hamzah menyampaikan kepada penyidik densus, istrinya lebih keras pemahamannya dibanding dia sendiri. Lebih militan istrinya. Makanya setelah dilakukan negosiasi dan imbauan selama hampir 10 jam, istrinya nekat melakukan suicide bombernya itu," ujar Dedi, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019).

Menurut Dedi, pihaknya telah berupaya meyakinkan istri terduga teroris agar tidak melakukan peledakan diri yang membahayakan keselamatan dirinya dan sang anak.

Upaya itu pun dilakukan dengan imbauan dari tokoh masyarakat, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto, bersama Bupati, Kapolres, dan Dandim setempat.

"Padahal kita sudah meyakinkan di situ ada anak kecil, kasihan, terus kami coba imbau. Dengan tokoh masyarakat juga diimbau terus," kata dia.

Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil, meski Abu Hamzah juga telah terjun meyakinkan sang istri untuk tidak meledakkan diri. ARTISQQ

Jenderal bintang satu itu mengatakan istri terduga teroris lebih kuat terpapar paham ISIS dibanding Abu Hamzah.

"Ya termasuk si Abu Hamzah itu sempat menyampaikan imbauan kepada istrinya. Tapi Abu Hamzah menyampaikan kepada petugas istrinya lebih kuat terpapar paham ISIS dibanding Abu Hamzah sendiri," kata Dedi.


ARTISQQ
Share:

Senin, 11 Maret 2019

Dilarang Lapor ke Polisi, Jika Ada Nasabah Yang Tabungannya Terkuras



Suara Milik Rakyat ~ Suhartoyo (58) hingga kini belum melaporkan kasus terkurasnya tabungan miliknya senilai Rp 65 juta ke polisi. Nasabah Bank BRI asal Dusun Ngepung, Desa Berat Wetan, Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini mengaku dilarang pihak bank untuk melapor ke polisi.

Suhartoyo mengaku telah mengadukan terkurasnya tabungan miliknya ke kantor cabang BRI di Jalan Majapahit, Kota Mojokerto pada Sabtu (19/1/2019). Dia juga mendapatkan cetakan rekening koran dari bank pelat merah tersebut yang menunjukkan riwayat transaksi pada rekeningnya. Transaksi kurang dari 10 menit pada Jumat (18/1/2019) itu mengakibatkan tabungan Suhartoyo terkuras senilai Rp 65 juta.

Saat mengadu ke kantor cabang BRI Mojokerto, lanjut Suhartoyo, dirinya diminta menunggu selama 20 hari. Menurut dia, pihak bank masih menelusuri penyebab terkurasnya tabungan miliknya. Namun hingga sebulan lebih, pihak bank tak kunjung memberinya kejelasan. Bahkan dia sudah 3 kali datang ke bank menanyakan kasus yang menimpanya.

"Saya diminta menunggu. Kata petugas bank daripada susah-susah ke sini (ke kantor cabang BRI Mojokerto), saya disuruh telepon saja di nomor ini, saya diberi nomor. Kalau saya tak ke sana ya tak ada kabar," kata Suhartoyo kepada wartawan di rumahnya, Senin (11/3/2019).

Duda yang tak mempunyai anak ini mengaku sempat meminta izin ke petugas bank BRI cabang Mojokerto untuk melapor ke polisi. Namun, pihak bank melarangnya. Kini Suhartoyo kebingungan untuk mencari tahu penyebab raibnya tabungan miliknya. ARTISQQ

"Apa perlu saya lapor ke polisi? Tidak usah, di sini kan sudah ada polisi. Intel-intel BRI masih nyari. Makanya tunggu, nanti dikasih kabar," ungkap Suhartoyo sambil menirukan perkatakan pegawai bank BRI cabang Mojokerto.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Julian Kamdo Waroka memastikan belum menerima laporan dari korban terkait kasus terkurasnya tabungan di Bank BRI ini. "Saya tadi cek sampai ke polsek (Gedeg), belum ada laporan," terangnya.

Waroka menjelaskan, kasus dugaan penipuan yang dialami Suhartoyo merupakan delik aduan. Menurut dia, pihaknya baru melakukan penyelidikan setelah korban membuat laporan polisi.

"Silakan nasabahnya melaporkan. Karena ini delik aduan," tegasnya.

Dia mengaku tak memahami adanya polisi atau intel di internal BRI yang menjadi alasan pihak bank melarang korban melapor ke Polri. Menurut dia, nasabah tetap mempunyai hak melapor ke polisi saat merasa menjadi korban penipuan.

"Kalau bank menyampaikan seperti itu ke korban, bank punya aturan sendiri, itu otoritas bank. Kalau korban merasa tertipu, lalu melapor (ke polisi) pun tak ada salah," tandasnya.

Tabungan di rekening BRI milik Suhartoyo terkuras pada Jumat (18/1/2019). Itu setelah dirinya menerima telepon dari seorang pria yang mengaku karyawan BRI di hari yang sama sekitar pukul 15.00 WIB. Nomor tak dikenal itu adalah 087-748-500-721. Si penelepon mengatakan ke Suhartoyo mendapatkan bonus pulsa Rp 500 ribu. Ternyata pulsa yang masuk ke nomor ponsel korban hanya Rp 80 ribu.

Suhartoyo lantas mengecek saldo tabungannya ke agen BRI di Dusun Ngepung. Dia menggunakan kartu ATM BRI miliknya. Bak disambar petir, saldo tabungan yang semula Rp 67.071.187 tinggal Rp 2.071.187. Dia mengaku tak pernah melalukan transaksi. ARTISQQ

Berdasarkan cetakan rekening koran yang diterima Suhartoyo dari Bank BRI Cabang Mojokerto, transaksi pertama terjadi pukul 16.00.30 WIB tanggal 18 Januari 2019. Saldo tabungan miliknya senilai Rp 10 juta ditransfer ke BRI Virtual Account (BRIVA) atas nama Yuli.

Transaksi kedua senilai Rp 40 juta terjadi pukul 16.01.34 WIB ke BRIVA atas nama Aili Nurfitria. Hanya jeda 5 menit, yaitu pukul 16.06.02 WIB, saldo tabungannya kembali ditransfer ke BRIVA atas nama Yuli senilai Rp 10 juta. Transaksi terakhir pukul 16.08.48 WIB ke BRIVA atas nama Yuli senilai Rp 5 juta. Total tabungan korban yang terkuras Rp 65 juta.


ARTISQQ
Share:

Sabtu, 09 Maret 2019

Anak Dan Istri Aiptu Sujadi Kompak Bantu Keluarga Yang Terjebak Banjir DI Tol Ngawi


Anak Dan Istri Aiptu Sujadi Kompak Bantu Keluarga Yang Terjebak Banjir DI Tol Ngawi

Suara Milik Rakyat ~ Aksi penyelamatan satu keluarga terjebak banjir di tepi Tol Ngawi-Kertosono juga melibatkan anak dan istri Aiptu Sujadi. Mereka memberi makanan dan baju ke korban yang sudah kedinginan dan kelaparan.

Tak hanya sibuk mengabadikan aksi penyelamatan korban banjir, istri Aiptu Sujadi, Nanda Sapto Wati juga menolong Siva (5), balita yang selama 2 jam terjebak banjir di tepi jalan Tol Ngawi-Kertosono. Setelah diangkat dari air, Siva dibawa kepada dirinya oleh putranya yang saat itu ikut membantu.

"Bajunya dilepasin oleh istri saya, lalu diselimuti supaya tak kedinginan. Setelah itu dipakaikan kaus, itu kaus punya saya," kata Aiptu Sujadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/3/2019).

Selama 2 jam, Siva bersama adiknya, Khamim (3), ibunya Fitroh (35) dan pamannya Arif (47) terjebak banjir di tepi jalan Tol Ngawi Kertosono, KM 585, Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Sementara Khamim mendapat pertolongan dari pengguna tol lainnya. Dia diberi jaket untuk mengganti pakaiannya yang basah akibat banjir. ARTISQQ

Tak hanya kedinginan dan ketakutan, lanjut Aiptu Sujadi, kedua balita itu juga kelaparan. "Kedua balita itu menangis minta makan. Kebetulan ada sedikit makanan dan susu di mobil, sama istri saya diberikan ke mereka," terang pria yang kini menjabat Baur Mutasi di Samsat Satlantas Polres Kediri.

Sementara Fitroh, ibu dari kedua balita tersebut juga mendapat baju ganti dari istri Aiptu Sujadi. Para korban lantas berjalan kaki menuju ke lokasi pengungsian sekitar 500 meter dari tempat mereka terjebak banjir.

"Mau saya antar ke polsek, tapi mereka memilih berkumpul dengan warga yang lain di tempat pengungsian," tandas Aiptu Sujadi.

Aksi penyelamatan yang dilakukan Aiptu Sujadi ini diabadikan oleh istrinya. Video tersebut lalu diposting di facebook di hari yang sama pukul 16.19 WIB. Video yang diposting Nanda itu menjadi viral di media sosial. ARTISQQ

Selain Aiptu Sujadi dan keluarganya, seorang pria dan wanita pengguna jalan Tol Ngawi-Kertosono juga ikut membantu penyelamatan satu keluarga tersebut. Aksi heroik mereka berhasil menyelamatkan 2 anak balita, serta ibu dan paman dari balita tersebut. Keempat orang ini sempat terjebak banjir selama 2 jam.


ARTISQQ : Bandar Poker | Situs Judi Online Terpercaya | Agen Judi Online Terpercaya

ARTISQQ : Bandar Poker | Situs Judi Online Terpercaya | Agen Judi Online Terpercaya
Share:

Kamis, 07 Maret 2019

Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kalbar

Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kalbar


Suara Milik Rakyat ~ Bocah 10 tahun ditemukan tewas akibat tenggelam di danau bekas galian, di Kotawaringin Barat, Kalteng. Bocah bernama OvalMahrom itu tenggelam saat bermain dengan teman-temannya.

Menurut keterangan keluarga yang disampaikan kepada pihak Puskesmas, saat itu korban bersama teman-temannya berenang di danau di bekas galian alat berat. Namun entah korban bisa berenang atau tidak, tiba-tiba korban tenggelam dan teman korban tidak sempat melakukan pertolongan.

"Mengetahui tenggelam, teman-teman korban langsung mencari pertolongan ke warga sekitar danau bekas galian itu, dan saat ditemukan langsung dibawa warga ke Puskesmas setempat," kata Kepala Puskesmas Kumai, Abimanyu, yang dilansir Antara, Kamis (7/3/2019).

Menurutnya, saat tiba di Unit Gawat Darurat (UGD), Puskesmas Kumai, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Saat dilakukan pemeriksaan, di dalam tubuh korban masih dipenuhi dengan air, diduga korban kemasukan banyak air.

"Walau kita ketahui sudah meninggal saat tiba di Puskesmas Kumai, kami tetap berusaha untuk menolong korban, namun kita tidak bisa berbuat apa - apa, korban banyak sekali terminum air," ujarnya.


Bandar Poker | Situs Judi Online Terpercaya | Agen Judi Online Terpercaya

ARTISQQ : Bandar Poker | Situs Judi Online Terpercaya | Agen Judi Online Terpercaya
Share:
Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com