Suara Milik Rakyat di dalam nya terdapat berita Peristiwa | Informasi | Motivasi | Unik | Entertainment | Politik | Kesehatan | kriminal

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D

Kamis, 21 Juni 2018

Beberapa Keanehan Tragedi Kapal KM Yang tenggelam Di Danau Toba

Hal Aneh Terkait Karamnya Kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba
Hal Aneh Terkait Karamnya Kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba - Tim SAR mencari korban hilang di Danau Toba dalam tragedi tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun, Sumatera Utara


Suara Milik Rakyat ~ Memasuki hari ketiga, Tim SAR Bersama yang terdiri dari Basarnas, Marinir dan kepolisian terus mencari korban kapal yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada Senin siang, 17 Juni 2018.

Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang milik penumpang. Seperti uang, dompet, tas, ponsel, jaket, helm hingga drum plastik.

Selain medan yang sulit, kemampuan daya personel dan peralatan (pendeteksian) terbatas untuk membuat Tim SAR belum berhasil menemukan korban lain.

Tingkat air dingin Danau Toba juga menjadi kendala bagi penyelam, sehingga daya menyelam terbatas sedalam 50 meter dari titik kedalaman sekitar 200 meter lebih.

Saat ini, tim SAR baru menemukan 21 penumpang, yang terdiri dari tiga korban tewas dan 18 orang yang selamat. Data dari tiga korban tewas adalah Tri Suci Wulandari (24) dari Aceh Tamiang, Fajryanti (74) warga Binjai, dan Indah Juwita Saragih (22), warga Kecamatan Sidamik, Kabupaten Simalungun.

Kini, korban yang mati dan selamat KM Sinar Bangun dibawa ke RSUD Tuan Rondahaim di Pematang Raya, Kabupaten Simalungin untuk penanganan lebih lanjut.

Sejumlah investigasi sedang dilakukan oleh polisi dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hingga akhirnya mereka menemukan Hal Aneh Terkait Karamnya Kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba antara lain seperti :


Baca juga : Beberapa Fakta Tenggelamnya Kapal KM, Dari Ikan Mas Raksasa, Suhu Air Danau Toba dan Hotman Paris


Nakhoda Tembak


Ternyata bahwa istilah menembak pengemudi tidak hanya berlaku untuk kendaraan roda empat atau hanya dua. Kapal KM Sinar Bangun juga mengenakan kapten.

Ketidakberaturan ini terungkap ketika nama kapten KM Sinar Bangun tidak terdaftar sebagai korban atau hilang. Setelah ditelusuri, dia masih di darat.

Siapa nama nakhoda, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty belum bersedia mengungkapkan identitasnya. Begitu pun dengan master syuting yang membawa KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba.

Sementara itu, nakhoda asli KM Sinar Bangun berinisial TS. Dia adalah warga Desa Simarmata, Distrik Simanindo, Distrik Samosir. Kepada polisi, TS mengaku meminjamkan kapalnya ke seseorang untuk mengangkut penumpang.

"Pada saat ini tersangka sudah kami amankan, kami tidak dapat mengatakan di mana itu, jika kami memberi tahu kepada anda itu dapat mengarah pada hal-hal yang tidak diinginkan bersama, kami akan terus memeriksa peristiwa ini," kata Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty.


Overload / Kelebihan Muatan


Kapal yang sebelumnya dilaporkan KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba membawa sekitar 80 penumpang.

Di bawah kondisi cuaca yang cukup berkabut, kapal kayu itu berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Distrik Samosir, ke Tigaras Parapat, Kabupaten Simalungun.

Namun, setelah bencana terjadi, kabar tersebut menyebutkan korban mencapai ratusan orang. Ini berdasarkan laporan warga yang merasa keluarganya ikut dalam pelayaran kapal nahas itu.

Apakah itu berarti kapal itu kelebihan muatan? Iya nih. Karena versi polisi setelah melihat sertifikat KM Sinar Bangun, kapal kayu hanya dapat menampung 40 penumpang.

Versi berbeda diungkapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kapal dengan ukuran 35 Gross Tonnage (GT) hanya bisa mengangkut sebanyak 43 orang.

Namun, nyatanya kapal KM Sinar Bangun membawa hampir 200 orang ditambah dengan puluhan kendaraan.


Baca juga : Penyebab Tenggelamnya Kapal KM, Ini Kata Guru Spiritual Yang Ada Di Danau Toba



Data Penumpang yang Simpang Siur


Jumlah penumpang Kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba masih belum pasti. Karena setelah diteliti, kapal kayu tidak memiliki data manifes yang berisi data penumpang.

Terkait Menteri Perhubungan ini Budi Karya Sumadi menduga, kapal itu adalah kapal ilegal yang berlayar tanpa izin.

Karena itu, Kepala Divisi Divudas Markas Besar Polisi Pusat Polisi Senior Yusri Yunus membuka pos untuk mencatat korban berdasarkan laporan masyarakat.

Setelah tenggelamnya kapal kayu, ada 178 orang atau keluarga yang melaporkan kehilangan keluarga mereka ke pos pengaduan yang mereka buat.

Nah sampai sekarang masih belum jelas berapa jumlah penumpang yang hilang dan berapa korban yang meninggal, memang Hal Aneh Terkait Karamnya Kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba yang diberitakan dan sudah viral. semoga saja ada jalan terbaik,..


ARTISQQ
Share:
Lokasi: Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com