Suara Milik Rakyat di dalam nya terdapat berita Peristiwa | Informasi | Motivasi | Unik | Entertainment | Politik | Kesehatan | kriminal

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D

Minggu, 24 Juni 2018

Ucapan Guru Spiritual Ini Terbukti, Kapal KM Sinar bangun Di Temukan Dikedalaman 450 Meter

Ucapan Guru Spiritual Ini Terbukti, Kapal KM Sinar bangun Di Temukan Dikedalaman 450 Meter
Ucapan Guru Spiritual Ini Terbukti, Kapal KM Sinar bangun Di Temukan Dikedalaman 450 Meter


Suara Mlik Rakyat ~ Nah kali ini kita bahas lagi tentang Kapal KM Sinar Bangun yang belum di ketahui posisinya, akan tetapi berita-berita kemarin pada Ucapan Guru Spiritual Ini Terbukti, Kapal KM Sinar bangun yang tenggelam di Danau Toba Di Temukan Dikedalaman 450 Meter dan saat ini sedang di lakukan pengecekan,, Mungkin suatu kebetulan saja.

Ida Halanati Damanik, seorang guru spiritual dalam ritual dari Pematang Sidamanik membantu tim pencarian dengan melakukan ritual "Pangelekan" di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sabtu (23/6/2018).

Pada hari keenam pencarian korban KM Sinar Bangun, ia membantu tim pencarian dengan melakukan ritual "Pangelekan" (Memohon) di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sabtu (23/6/2018).

Saat itu, dia mengadakan ritual. Duduk bersila di lantai dengan sesajen seperti beras, telur, sirih, dan jeruk purut.

Ritual "Pangelekan" ini menggunakan perahu motor dari Basarnas di titik kecelakaan KM Sinar Bangun. Ritual yang dipimpin oleh guru spiritual diiringi oleh musik Gondang Batak.

Ketika kami berkendara ke lokasi kecelakaan kapal KM Sinar Bangun, musik Batak Gondang terus bermain, berbunyi.

Ida juga mengatakan hasil pengawangannya, tubuh korban berada di dalam gua dengan 12 lapis. Dia mengantarkan gua itu berada di bawah delapan meter dari dasar danau,,  dan Ibu ikal ini menyampaikan dalam waktu dua hari seluruh tubuh dapat ditemukan.

Tepatnya pada hari kedua, sehari setelah dijanjikan dengan batas waktu dua hari, pada hari Minggu (24/06/2018) sekitar pukul 11:12 WIB tim survei Basarnas dan Masterpiece Geo Survey - Ikatan Alumni ITB (IAITB) yang dipimpin oleh Kepala Basarnas dan disaksikan oleh Menteri Sosial Bapak Idrus Marham, telah menemukan dan mengidentifikasi posisi kapal Sinar Bangun.

Mahakarya Geo Survey IAITB, Henky Soeharto menyebutkan KM Sinar Bangun berada dalam koordinat 2 deg 47 '3,835 N dan 98 deg 46' 10,767 E, dengan kedalaman mencapai 450 meter.

Presiden Direktur Badan Manajemen Otoritas Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo membenarkan bahwa sudah menemukan titik koordinat tempat KM Sinar Bangun tenggelam.

"Kapal itu pada kedalaman 450 meter," kata Arie, Minggu (24/6).
"Bangkai kapal itu ditemukan tenggelam pada 450 meter." Dengan koordinat 2 deg 47 '3,835 N
98 deg 46 '10, 767 E, "Arie menjelaskan.

Baca juga :


POSISI POSISI UTAMA POSISI KAPAL TIGARAS BARAT


Kepala Basarnas Marshal Madya M Syaugi yang membantu pencarian korban kehilangan KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Minggu (24/6), sekitar pukul 16.00 WIB turun ke Pelabuhan Tigaras, Simalungun.

Syaugi mengatakan bahwa dia dan tim Basarnas baru saja mendarat di Tigaras Port, setelah melakukan pencarian sejak pagi. Mulai dari cahaya, panas, hujan hingga tidak turun hujan.

"Kami telah mengimplementasikan alat-alat yang sudah dimiliki, seperti Multibeam Side Scan Sonar dibantu dengan alat ROV lainnya," kata Syaugi, Minggu (24/6).

"Ada indikasi bahwa kita menemukan objek pada kedalaman 490 meter. Jika dari Pelabuhan Tigaras ke barat daya, titik pertama dari koordinat barat daya adalah sekitar 3 kilometer. Saya melihat indikasi bahwa ada dua tempat dalam 2,5 kilometer dan 2 kilometer dari Tigaras, "kata Syaugi.

Lebih lanjut, Syaugi menjelaskan bahwa saat ini tim gabungan Basarnas sedang dalam proses dan mencari tahu apa yang ada di dalamnya. Benar bukan KM Sinar Bangun atau apa yang tidak bisa dipastikan, karena belum kepastian detail.

"Tapi kami sudah menyukai tanda jangkar, maka kami akan melanjutkan setelah analisis dan diskusi," katanya.
"Jelas kami tidak bisa memastikan objek yang ditemukan KM Sinar Bangun Indikasi ada objek yang membedakan dasar laut," katanya.

Harap dicatat, KM Sinar Bangun membawa 206 penumpang, selama kecelakaan, Senin (18/6/2018).

Sebanyak 22 korban telah ditemukan, 19 di antaranya selamat termasuk kapten kapal. Sejauh ini hanya 3 korban telah ditemukan dalam kondisi kehidupan dunia, yang semuanya adalah perempuan.

Hingga kini, masih ada 184 KM korban Sinar Bangun yang masih hilang dalam tragedi tenggelam di perairan Danau Toba dan Tim Basarnas Gabungan masih melakukan sweeping, untuk mencari bangkai kapal.


Sebelumnya, pada hari keenam pencarian korban KM Sinar Bangun, masyarakat dari Pematang Sidamanik membantu tim pencarian dengan melakukan ritual "Pangelekan" di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sabtu (23/6 / 2018).

Ritual "Pangelekan" ini menggunakan perahu motor dari Basarnas di titik kecelakaan KM Sinar Bangun. Ritual yang dipimpin oleh guru spiritual diiringi oleh musik Gondang Batak.

Saat kami menuju ke lokasi jatuhnya pesawat, musik gondang terus berbunyi.

Ida Halanati Damanik, guru spiritual dalam ritual duduk bersila di lantai dengan sesajen seperti nasi, telur, sirih, dan jeruk nipis., awalnya Ida membakar dupa saat berdoa. Kemudian, dia meremas jeruk nipis. Ritual ini berlangsung selama 20 menit di tengah Danau Toba.


Baca juga :


Ida menceritakan hasil komunikasi dengan penduduk Danau Toba atau apa yang ia sebut "Ompung",, Ida menyampaikan penduduk Ompung Danau Toba marah dengan perilaku manusia terhadap Danau Toba.

"Kalau saya tanya langsung ke ompung, bahwa ini kotor, kalau marah, tanda angin kencang dan badai Ada orang yang membuang kotoran ke Danau Toba, ompung hanya menjawab kotor," katanya dengan geraman kecil.

Dia juga mengatakan tubuh korban saat ini berada di sebuah gua dengan 12 lapis, dia mengantarkan gua itu berada di bawah 8 meter dari dasar danau.

Ibu berambut ikal ini menyampaikan dalam waktu dua hari seluruh tubuh dapat ditemukan.

"Aku berkata, aku harus melepaskan, tapi aku yakin aku akan melihatmu, tapi ini benar-benar terlihat, tetapi tim SAR tidak dapat melihat tubuh ini akan ditemukan pada hari yang cerah, itu ombak menarik selama dua hari , tapi kita lihat saja, jadi jangan hujan, "tambahnya.

Ida menyarankan agar seluruh komunitas tidak melakukan hal yang sama. "Pesan saya ketika di kapal jangan berisik, jangan buang, jangan diludahi, jangan berteriak, Pesan saya,,,,


ARTISQQ
Share:
Lokasi: Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com