Suara Milik Rakyat di dalam nya terdapat berita Peristiwa | Informasi | Motivasi | Unik | Entertainment | Politik | Kesehatan | kriminal

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D

Sabtu, 21 Juli 2018

Galang Dana RP 10 Triliun Untuk Prabowo

Galang Dana RP 10 Triliun Untuk Prabowo


Suara Milik Rakyat ~ Sudah beberapa minggu Partai Gerinda galang dana untuk pemilihan presiden 2019, yang berjudul #galangperjuangan pada 8 Juli 2018, setidaknya sudah ada laporan bahwa sudah terkumpul Rp 679.095.701. Dana yang ditargetkan akan dikumpulkan untuk Prabowo Subianto dengan itu Rp 10 triliun.

Sumbangan mengalir perlahan tapi pasti. Melalui akun perpesanan Telegram, para donor diberikan nomor rekening. Donor juga dapat memeriksa perolehan dana ini kapan saja. Tidak apa-apa untuk menyumbang lebih dari satu kali.

Disebutkan bahwa sumbangan itu untuk membantu perjuangan Prabowo. "Demi terwujudnya pemimpin yang dapat dipercaya dan tidak dikooptasi oleh kepentingan pengusaha besar, taipan, pemegang buku, dan cukong," kata pernyataan itu di atas kisah perjuangan.

Penggalangan dana juga menjadi sorotan karena selama ini Prabowo Subianto sebagai ketua partai yang memegang kepala burung elang ini dikenal mengerumuni uang. Tidak mengherankan, hingga kini Prabowo memiliki beberapa perusahaan.

"Menurut saya, Pak Prabowo sejujurnya tidak punya uang. Dua kali maju pemilihan presiden dan kehilangan semuanya," kata Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera DPP Mardani Ali Sera kepada wartawan beberapa waktu lalu. Mardani juga menganggap keberanian Prabowo untuk jujur ​​kepada publik perlu dihargai.

Baca juga : 


Galang Dana RP 10 Triliun Untuk Prabowo
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera

Informasi tentang Prabowo yang sedang bokek juga pernah dikatakan oleh elit Partai Gerindra yang berniat maju dalam pemilihan Serentak 2018. Saat itu, kata politisi yang enggan disebutkan namanya, Prabowo sempat bertanya tentang niatnya untuk maju dalam pilkada. Dan kemudian Prabowo menyarankan untuk mencari dana sendiri karena Prabowo mengaku tidak punya uang untuk membantu.

Dan yang secara terbuka mengaku diminta uang oleh Prabowo untuk maju dalam pemilu adalah La Nyalla Mattalitti. Mantan Ketua Asosiasi Sepak Bola Indonesia sebelumnya berniat untuk maju dalam pemilihan Jawa Timur. Dalam konferensi pers di Mbok Berek Restaurant, Jl. Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Januari 2018, La Nyalla menuduh Prabowo meminta uang ratusan miliar rupiah.

"Ada tanggal 9 ketika ditanya oleh uang saksi, tetapi jika uang saksi dari TPS adalah 68 ribu TPS dikali dengan Rp 200 ribu per orang dikalikan dengan 2 berarti Rp 400 ribu, itu sekitar Rp 28 miliar. Sekarang yang di minta itu 48 Miliar dan harus ad sebelum 20 Desember 2017. Saya tidak mampu membelinya, Ini adalah nama saya beli recomendation yang tidak saya inginkan, "kata La Nyalla saat itu.

La Nyalla  pun mengaku kecewa karena mengigat kondisi penyetoran uang oleh partainya sendiri, padahal dirinya mengaku sudah banyak berkorban banyak untuk Gerindra. Yang lebih menyakitkan, tambah La Nyala, meminta uang keluar dari mulut Prabowo. "Prabowo pernah berkata, 'Apakah Anda siap untuk Rp 200 miliar?' Rp500 (miliar) saya siapkan kata saya, karena dibelakang saya banyak didukung pengusaha muslim, "kata La Nyalla.

Galang Dana RP 10 Triliun Untuk Prabowo
La Nyalla Mattalitti

Berita tentang Prabowo tidak memiliki uang kembali muncul sebelum pemilihan presiden 2019. Prabowo tidak menyatakan dirinya melangkah maju sebagai calon presiden untuk menghadapi presiden petahana Joko Widodo. Bahkan ada kabar Prabowo mengundang Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan untuk menjadi wakil presiden Jokowi, sehingga Prabowo tidak mau repot memikirkan masalah uang untuk ikut pilpres, pendaftaran mulai dibuka 10 Agustus.
Namun, permintaan itu ditolak oleh Prabowo karena berbagai alasan. Hingga akhirnya muncul ide pertarungan untuk mengumpulkan dana bagi Prabowo untuk maju dalam pemilihan presiden 2019.

Namun beberapa politisi Gerindra telah membantah anggapan bahwa aksi pertarungan itu dilakukan karena Prabowo tidak memiliki uang untuk maju dalam pemilihan presiden. "Ide penggalangan dana sebenarnya panjang. Kami ingin di Indonesia bahwa pemilihan didasarkan pada partisipasi masyarakat," kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria kepada detikX.

Riza Berharap masyarakat berpartisipasi terhadap calom pemimppin daerah atau nasional dapat menghilangkan ketergantungan calon pemodal atau cukong, sekarang masih terjadi KKN, banyak yang terkenak OTT oleh KPK, ujar Riza.

Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua Gerindra Arif Poyuono. Ia mengatakan, penggalangan dana dilakukan untuk menunjukkan bahwa Gerindra bukanlah pesta keluarga.


Baca juga :


"Jadi, karena (partai) dibiayai oleh masyarakat, maka masyarakat juga menjadi pemegang saham partai. Partai Gerindra menjadi publik. Artinya, partai ini dimiliki oleh masyarakat. Jadi apa yang dikatakan orang saja. Jika dikatakan partai itu milik Prabowo, itu tidak benar, "kata Poyuono kepada detikX.
Galang Dana RP 10 Triliun Untuk Prabowo
Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria

Tetapi go public tidak seperti perusahaan. Artinya, Gerindra sekarang membuka keuangannya. Dana dari masyarakat akan terbuka luas. Poyuono menepis anggapan jika gerindra saat ini bokek.

beliau juga mengatakan galang dana itu supaya dapat mencegah pihak yang ingin mendapatkan Gerindra. "Jadi tidak bisa misalnya Gatot (mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo) ingin membeli Gerindra. Jadi kami membentengi kalau ada yang mau mengambil alih. Prabowo juga tidak perlu!" Imbuhnya.

Isu galang dana gerindra, Pramono Ubaid, komisaris komisi pemilihan tidak mempersoalkan, dana peserta itu berasal daru 2 hal, dari anggota partai dan dari partisipasi masyarakat. Sumbangan berasal dari badan hukum atau individu. "Itu tidak boleh jadi sumber dana atau sumbangan yang berasal dari APBN, APBN, kemudian ke luar negeri, serta sumber yang tidak jelas," beber Pramono kepada detikX.

Tetapi semua donor harus jelas tentang identitas dan alamat mereka. "Jadi tidak bisa misalnya berkontribusi atas nama hamba Tuhan," kata Pramono. Penerimaan dana dan pengeluaran selama kampanye harus dicatat dalam laporan penerimaan dana kampanye dana.

Penjelasan Pramono, ketina nanti masuk periode kampanye nanti, partai politik juga memilih menyerahkan dana kampanye ke rekening khusus dan dananya kampaye laporan awal.


Baca juga :


ARTISQQ
Share:
Lokasi: Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com