Suara Milik Rakyat di dalam nya terdapat berita Peristiwa | Informasi | Motivasi | Unik | Entertainment | Politik | Kesehatan | kriminal

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D

Senin, 02 Juli 2018

Ikan Arapaima Dipelihara Di Lokasi Ini sebelum Dilepasliarkan, Ini Kata Bu Susi Tentang Ikan Arapaima

Ikan Arapaima Dipelihara Di Lokasi Ini sebelum Dilepasliarkan, Ini Kata Bu Susi Tentang Ikan Arapaima
Ilustrasi Gambar ~ Ikan Arapaima Dipelihara Di Lokasi Ini sebelum Dilepasliarkan, Ini Kata Bu Susi Tentang Ikan Arapaima


Suara Milik Rakyat ~ Pemilik ikan Arapaima Gigas, HG, warga Desa Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, hingga kini, Senin (2/7), belum memberikan keterangan resmi terkait pelepasliaran ikan predator tersebut ke sungai Brantas dan pintu rolak 9, Mojokerto.

Namun dari keterangan, ikan Arapaima tersebut sudah dipelihara cukup lama dan jumlahnya sangat banyak di kolam yang berlokasi di gudang PT Sumber Mas Karya Kimia, di Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto, milik GH.

"ikan Arapaima itu sudah dipelihara di sini cukup lama mas, jumlahnya tidak bisa dihitung, pokoknya jumlahnya sangat banyak," kata salah satu penjaga gudang, Senin (2/7).

Lokasi kolam pemeliharaan ikan Arapaima di Gudang yang berada di jalan raya Canggu, Kecamatan Jetis ini berada di bagian belakang. Menurut informasi, kolam tersebut sudah ditutup dan tidak digunakan lagi. Bahkan selain pegawai gudang tersebut, tamu tidak diperkenankan masuk atau melihat kolam tersebut.

"Sekarang sudah tidak dipakai mas, ikan ikan itu sudah dipindahkan. Tidak boleh masuk mas," kata salah seorang penjaga.

Seperti diketahui belasan ekor ikan Arapaima Gigas, berhasil ditangkap warga di sepanjang aliran sungai Brantas Mojokerto dan kawasan pintu Dam Rolak 9. Dari keterangan warga, di kawasan sungai Brantas sudah 16 ekor ikan Arapaima yang berhasil ditangkap warga. Ikan tersebut oleh warga dipotong dan dijual dagingnya. Sedangkan yang masih hidup dijual kepada warga yang hobi memelihara ikan.


Baca juga :

Selain di sungai Brantas, Senin (2/7) pagi, warga kembali menangkap dua ikan Arapaima Gigas di sungai Brangkal, yang merupakan anak subagi Brantas, di Kelurahan Sinoman Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Setelah berhasil ditangkap, dua ikan tesebut kemudian dipindah ke saluran sungai di Kelurahan Sinoman.

Ikan tersebut menjadi tontonan warga. Ratusan warga berbondong bondong melihat ikan Arapaima yang sekarang lagi ramai menjadi pembahasan berbagai pihak. "Ikan ini tetap akan kami jual kepada siapapun yang mau beli," ujar Heru Wijayanto, warga yang menangkap ikan tersebut, Senin (2/7).


Menteri Perikanan Dan Kelautan Susy Pudjiastuti Angkat Bicara


Belum lama ini orang-orang di Mojokerto, Jawa Timur kewalahan dengan penangkapan ikan raksasa di sungai Brantas. Ini kemudian membuat Menteri Perikanan dan Kelautan Susy Pudjiastuti angkat bicara.

"Acara ini (arapaima fish) harus disosialisasikan atau dikampanyekan kepada masyarakat, banyak yang tidak tahu apa itu arapaima ikan dan mengapa tidak boleh dilepas," kata Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kamis, Jakarta Di lansir Antara.

Berdasarkan data-data yang kami kumpulkan, ikan Arapaima Gigas (pirarucu) adalah spesies ikan air tawar terbesar di dunia dari perairan tropis Amerika Selatan. Juga diketahui bahwa ikan Arapaima dapat tumbuh hingga 3 meter dan beratnya 200 kilogram.

Selain itu, dinyatakan bahwa saat ini sangat jarang ada ikan arapaima berukuran lebih dari 2 meter. Karena Ikan ini banyak di tangkap penduduk untuk di makan oleh penduduk ataupun utnuk di ekspor ke luar negeri lain,

Bu Susi khawatir tentang berbagai pihak yang memelhara Arapaima untuk sekedar hobi. Pertama mereka bahagia. Terus Kemudian, karena beberapa alasan malas kasih makan ikan tersebut, tidak tega untuk di konsumsi dan pada akhirnya di lepaskan ke sungai-sungai di Indonesia.


Baca juga :


Menteri Kelautan dan Perikanan mengingatkan bahwa ikan Arapaima panjang bisa sampai 1-2 meter dan jika ikan lapar maka bisa makan banyak ikan lokal.

Untuk itu, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Kualitas dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP bersama dengan pihak lain seperti Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) diharapkan menjerat pelaku pelepasan dan pengelola ikan Arapaima.

"Karena kalau tidak sumber daya ikan biologis kita bisa habis karena arapaima ini," katanya.

Setelah di proses, tambah Susie, maka buktinya dalam bentuk ikan Arapaima yang tidak perlu menunggu lama harus dimusnahkan agar kedepannya tidak berpindah tangan atau diperdagangkan. Menteri Susi juga ingin sosialisasi ditingkatkan seperti bea cukai dan bandara seperti spanduk dapat dipasang dibeberapa tempat, ujar Bu Susi.


ARTISQQ
Share:
Lokasi: Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com