Suara Milik Rakyat di dalam nya terdapat berita Peristiwa | Informasi | Motivasi | Unik | Entertainment | Politik | Kesehatan | kriminal

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D

Selasa, 17 Juli 2018

Pasangan Suami Istri Di Tembak Polisi, Ini Penjelasan Kapolda Jabar

Pasangan Suami Istri Di Tembak Polisi, Ini Penjelasan Kapolda Jabar
Ilustrasi Gambar ~ Pasangan Suami Istri Di Tembak Polisi, Ini Penjelasan Kapolda Jabar


Suara Milik Rakyat ~ Kantor polisi kembali pada dugaan serangan teroris. Kali ini serangan diarahkan ke markas Polres Indramayu, Jawa Barat, sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (15/7/2018). Dua orang mengendarai sepeda motor menerobos masuk ke kantor polisi Indramayu, tetapi gagal meledakkan bom panci.

Keduanya adalah pasangan suami-istri berinisial GL dan AN yang diduga anggota kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) wilayah Indramayu.

"Saat itu, mereka mengendarai sepeda motor bolak-balik di depan mapolres, tetapi lampu sepeda motor dimatikan," kata Kepala Inspektur Jenderal Polisi Jawa Barat Agung Budi Maryoto, di Polsek Indramayu, Minggu.

Tindakan Pansangan Suami Istri ini mengundang kecurigaan dari personel yang berjaga pos. Petugas kemudian menutup gerbang tetapi terganggu karena beratnya gerbang tersebut. Melihat kondisi tersebut, GL dan AN segera memutar dan memacu kendaraan.

"Keduanya masuk ke mapolres, tetapi tiga petugas langsung mengambil tindakan tegas dalam bentuk menembakan," kata Agung Budi Maryoto. Setidaknya 11 tembakan ditembakkan oleh tiga poster penjaga.

GL yang saat itu diposisikan sebagai sopir terkena api di dada kanan. Sementara foto lainnya tentang tangan AN yang sedang menggendong bom pot. Kedua korban terluka, dan melarikan diri.


Baca juga :


Akibatnya, bom panci juga jatuh dekat pintu gerbang Polres Indramayu. "Keduanya lari ke selatan, arah ke Bundaran Mangga Indramayu," kata Agung Budi Maryoto.

Menurut dia, bom panci itu diamankan oleh Jihandak Satbrimob Polda Jabar. Petugas cepat bertindak berhasil mengamankan kedua jam setelah insiden itu.

Selain itu, petugas juga menggeledah rumah terduga teroris di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Pada kesempatan itu, Agung didampingi Kapolda Indramayu, AKBP Arif Fajarudin.

Petugas menunjukkan beberapa bukti yang diamankan, di antaranya pot yang digunakan sebagai bom, bom serat jagung, sampel darah para pelaku, unit motor, dan lain-lain.

"Bom itu sendiri kategori rendah ledakan, terbuat dari bubuk dan paku hitam," kata Agung Budi Maryoto.

Dalam melanjutkan operasi penangkapan tersangka teroris, Densus 88 menangkap setidaknya tujuh orang di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu. "Diamankan mulai kemarin hingga hari ini di lokasi yang berbeda," kata Kapolda Jawa Barat.

Dia mengatakan tujuh tersangka teroris berinisial RS, AS, II, MN, MK, GL, dan AN. "Baik (pasangan GL dan AN) juga sudah mengamankan Densus 88," kata Agung Budi Maryoto.

Kapolda menuduh bahwa ketujuh tersangka teroris terkait dengan pemboman bunuh diri di Surabaya pada 13 Mei 2018, dan kerusuhan di Pusat Penahanan Negara (Makutan Brimob Kelapa Dua, Depok, 9 Mei 2018).

Densus 88 Antiteror telah menggeledah dua rumah di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, pada hari Minggu. Kedua rumah milik GL dan MK yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kue di pasar.

"Sebelumnya, sebelum petugas melakukan pencarian, izin digunakan untuk kami," kata Tarli, Ketua RW 26, Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang. Tapi Tarli mengaku tidak tahu apakah GL dan MK terkait kasus melemparkan bom di Polres Indramayu.

Menurut Tarli, Detasemen 88 menggeledah kedua rumah itu sebanyak pukul 08.00. "MK mengatakan dia ditangkap pertama, sementara GL telah lari ke rumah pamannya sebelum ditangkap," kata Tarli.
Sejumlah barang disita dari lokasi itu. "Ada panah, buku, dan banyak lagi," kata Tarli. Menurutnya, MK adalah paman dari GL.

Kondisi Lemah Pergi ke Rumah Sakit

Teduga bom panci di Mapolres Indramayu, berinisial GL, telah mengungsi ke RSUD Arjawinangun, Cirebon.

Kanit Reskrim Polsek Arjawinangun Iptu Affendi mengatakan, GL lolos dalam keadaan terluka ditembak oleh polisi setelah melemparkan bom ponci di pos penjagaan Mapolres Indramayu pada Minggu (15/7/2018) pagi.

GL berniat melakukan perawatan luka tembak di RSUD Arjawinangun, Cirebon.

"Belum pernah dioperasi, tiba-tiba dia kembali dari rumah sakit," kata Affendi saat ditemui di Arjawinangun, Cirebon, Minggu (15/7/2018).

Menurut informasi yang dihimpun oleh Tribun-Jabar, GL datang ke rumah sakit dalam kondisi lemah.


Baca juga :


Affendi menyebut GL datang ke rumah sakit bersama sejumlah orang yang mengaku sebagai pejabat pemerintah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Namun, GL segera dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu.

Affendi mengatakan ada informasi lain, Tim Densus 88 datang ke Rumah Sakit Arjawinangun Bersenjata tepat setelah tersangka teroris berada di rumah sakit itu.


ARTISQQ
Share:
Lokasi: Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com