Suara Milik Rakyat di dalam nya terdapat berita Peristiwa | Informasi | Motivasi | Unik | Entertainment | Politik | Kesehatan | kriminal

Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D

Sabtu, 21 Juli 2018

Pendukung Jokowi Ingin Prabowo Menjadi Cawapres

Pendukung Jokowi Ingin Prabowo Menjadi Cawapres
Ilustrasi Gambar ~ Pendukung Jokowi Ingin Prabowo Menjadi Cawapres


Suara Milik Rakyat ~ Satu lagi hal menarik yang mencuat terkait pemilihan presiden 2019. Pusat Penelitian Politik Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) baru-baru ini telah merilis data bahwa banyak Pendukung Jokowi Ingin Prabowo Menjadi Cawapres.

"Sekitar 12,7 pemilih mendukung pasangan Jokowi Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan wakil presiden dalam pemilihan 2019 mendatang," kata peneliti LIPI Wawan Ichwanudin ketika mempresentasikan hasil survei di Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018).

Jumlahnya tidak besar. Namun persentase itu sudah cukup membuat Prabowo menduduki daftar ideal wakil pemilih Jokowi.

  • Posisi kedua diduduki oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (11 persen), mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (10,2 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (8,1 persen).  
  • Nama Mahfud MD secara luas dikabarkan menjadi wakil presiden Jokowi di posisi ketujuh dengan elektabilitas 3,3 persen. Di bawah wakil presiden Jusuf Kalla (7,2 persen), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (6,7 persen), dan Muhaimin Iskandar (4,7 persen).  
  • Selain itu ada nama Cagub Jabar yang dipilih Ridwan Kamil (2,1 persen), Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo (2 persen), dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (2 persen).

LIPI meneliti dalam pemilihan Jokowi mencapai 58.2 persen atau 1.223 merespon, survei dilakukan dari 19 April sampai 5 Mei 2018 dengan tanya jawab tatap muka.

Total responden survei 2.100 orang diambil dengan metode multistage random sampling. Survei marjin kesalahan sekitar 2,14 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Syamsuddin Harris menilai dan politik LIPI meneliti, kemungkinan elektabilitas Prabowo kemungkinan tinggi untuk para pemilih Jokowi, Perpaduan Jokowi dan Prabowo akan menjadi pasangan sangat kuat dari sisi elektabilitas.


Baca juga : 


Cengkeraman Prabowo untuk menjadi calon presiden adalah faktor lain. Selama ini, menurut Harris, retorika Prabowo untuk melangkah maju menjadi calon presiden belum tegas. Begitu juga siapa sosok calon kandidat saat memutuskan ke depan.

"Mungkin publik menyarankan atau mempersepsikan, mau ya udah, (Prabowo) jadi wakilnya Jokowi saja," kata Harris ketika dihubungi Liputan6.com, Kamis (19/7/2018).

Ia menilai, peluang Prabowo dan Jokowi bergabung masih terbuka. Karena, tidak ada yang mustahil dalam politik. "Tidak ada alasan karena dalam politik itu bisa terjadi," katanya.

Namun, bagi Harris, idealnya Jokowi bertanding melawan Prabowo. Ketika keduanya bergabung, ada kekhawatiran bahwa pasangan akan melawan kotak kosong.

Kondisi semacam itu tidak sehat untuk perkembangan demokrasi. Budaya persaingan inilah yang membuat demokrasi dinamis.

"Biar Prabowo jadi penantang, ya kalo itu dengan Prabowo, (Jokowi) jelas menang," kata Harris.

Pendukung Jokowi Ingin Prabowo Menjadi Cawapres
Ilustrasi Gambar ~ Survei LIPI Peluang Duet Jokowi - Prabowo


Sikap berbeda Gerindra dan PKS


Wakil Ketua Gerindra Arief Poyuono menunjuk, survei LIPI mencoba untuk memimpin pendapat karena Prabowo lebih cocok untuk mewakili Jokowi. Ini dianggap sebagai upaya mendelegitimasi Prabowo sebagai calon presiden.

Menurutnya, realitas politik membuat Jokowi dan Prabowo mustahil untuk bersatu. "Prabowo masih presiden," katanya kepada Liputan6.com.

Gerindra percaya diri dengan kesempatan Prabowo untuk menjadi presiden. Penelitian internal Gerindra menunjukkan elektabilitas Prabowo melejit mengalahkan Jokowi. "Hasil survei tingkat elektabilitas Jokowi hanya 26 persen," kata Arief.

Lain halnya dengan PDIP. Pesta banteng biskuit putih itu tidak menutup peluang koalisi Jokowi-Prabowo.

"Dalam politik, setiap kesempatan dan semua opsi harus dieksplorasi, kita lihat saja," kata Ketua PDIP Hendrawan Supraktino kepada Liputan6.

Menurut dia, semakin dekat dengan batas waktu untuk pendaftaran calon presiden, tekanan pada partai politik untuk menentukan arah koalisi diperkuat. Dalam situasi seperti itu, petahana akan berada di posisi terkuat.


Baca juga : 



Hendrawan mengakui komunikasi ke Prabowo memang dibangun. Hanya saja PDIP tidak menempatkannya di opsi utama.

"Terutama di pihak kami, nama-nama yang datang ke Daftar Pendek dan Daftar Prioritas sepenuhnya kewenangan Ketum," katanya.

Jelas, sekarang ada nama prioritas wakil presiden Jokowi. Jumlahnya antara 3-5 orang. "Siapa mereka, saya tidak tahu," Hendrawan menyimpulkan.



ARTISQQ
Share:
Lokasi: Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com