Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D Artis4D
Angkor4D : Agen Sabung Ayam Terbaik | Togel Online | SPORTSBOOK
KampusQQ

Minggu, 16 Desember 2018

Muhammad Khaidir Dihabisi Nyawanya Secara Biadab Saat Akan Menumpang SHolat Disebuah Masjid

Muhammad Khaidir Dihabisi Nyawanya Secara Biadab Saat Akan Menumpang SHolat Disebuah Masjid
Muhammad Khaidir Dihabisi Nyawanya Secara Biadab Saat Akan Menumpang SHolat Disebuah Masjid


Suara Milik Rakyat ~ Senin dini hari, 10 Desember 2018, Muhammad Khaidir (23) dihabisi nyawanya secara biadab saat akan menumpang sholat tahajud di dalam sebuah masjid, Mahasiswa UIT Makassar itu tewas mengenaskan setelah dibantai layaknya binatang oleh sejumlah massa yang menuduh Muhammad Khaidir mencuri di masjid,  massa terlihat kesetanan di dalam tempat suci tersebut,

Sang Kakak, Sunarty, mengungkapkan fakta mengejutkan, di malam kejadian, saat menuju ke Jeneponto untuk menemui sepupunya, Di tengah perjalanan ia singgah di Masjid Nurul Yasin Kampung Jatia, Kecamatan Bajeng, Sulawesi Selatan untuk shalat tahajud.

Masjid ini berada di Jl Poros Limbung, Gowa.

Tak lama berselang, marbot masjid berteriak-teriak kesurupan. Khaidir diteriaki 'Maling' dari corong Masjid oleh si marbot yang akhirnya ikut membantai Khaidir.

Sejumlah warga yang berdatangan tanpa basa basi langsung dengan sigap mengeroyok Khaidir tanpa ampun.

Karena tidak mendapatkan bukti pencurian, entah karena telah terbiasa menutup kebohongan dengan kebencian, mereka kemudian dengan santainya berbalik menuduh Khaidir merusak Masjid itu.

Khaidir dituduh telah menghancurkan lemari mesjid, memecahkan hiasan kaligrafi bertulisan Arab, mematahkan tiang mic, serta merusak pembatas saf masjid.

Ironisnya, detik-detik pembantaian ketika Khaidir meregang nyawanya sempat divideokan oleh salah seorang pelaku.

Muhammad Khaidir Dihabisi Nyawanya Secara Biadab Saat Akan Menumpang SHolat Disebuah Masjid
DITUDUH MENCURI DI MASJID, MAHASISWA TEWAS DIAMUK MASSA


Dari autopsi tim dokter forensik RS Bhayangkara Polda Sulsel, pada jenazah Khaidir ditemukan berbagai luka parah akibat kebiadaban yang dialaminya, diantaranya:


  • 1. Memar pada mata sebelah kanan akibat benda tumpul
  • 2. Luka lecet pada pipi kanan
  • 3. Luka sobek pada alis kanan
  • 4. Luka robek pada daun telinga kanan
  • 5. Patah pada bagian rahang bawah
  • 6. Luka memar pada telapak tangan
  • 7. Luka robek pada betis kanan
  • 8. Luka robek pada pergelangan tangan kiri.
  • 9. Memar dan robek pada kepala bagian belakang dan pecahnya pembuluh darah pada kepala.
  • 10. Sejumlah luka dalam pada bagian punggung dan sisi perut.


Setelah proses penyelidikan kilat, Rabu, 12 Desember 2018, kepolisian dalam waktu singkat berhasil meringkus tujuh orang pelaku pembantaian Khaidir di dalam rumah allah itu.


Berikut peran tujuh tersangka dalam peristiwa Mahasiswa yang dibantai di Masjid tersebut :

1. RDN (47), marbot masjid merangkap pengangguran, warga Mata Allo, Bajeng, jahanam ini yang berperan memprovokasi warga melalui microfon dengan mengatakan seolah-olah ada maling di dalam masjid itu. Agama: Islam. 
2. ASW alias Endi (26), karyawan swasta, warga Mata Allo, Bajeng, berperan menendang badan korban dan menganiaya serta meninju korban berulang kali. 
3. HST (18), pengangguran, warga Mata Allo, Bajeng, berperan menendang korban, memukul paha dan badan korban secara kesetanan berulang kali. 
4. IDK (52), pedagang, warga Mata Allo, Bajeng, berperan memukul lengan dan badan korban dengan menggunakan kepalan tangan, membuka helm korban dan memukul pipi korban menggunakan helm. 
5. SDS (53), pekerja serabutan, warga Mata Allo, Bajeng, berperan memukuli korban berulang kali dengan menggunakan kepalan tangan dan balok. 
6. INA (24), swasta, warga Mata Allo, Bajeng, berperan menendang kepala dan memukul perut korban secara membabi buta. 
7. YDS (49), tukang jahit, warga Mata Allo, Bajeng, berperan memukul kepala korban menggunakan kepalan tangan dan balok kayu. 


Dari TKP, polisi mengamankan :


  • 1 batang balok sepanjang 1 meter.
  • 1 papan bertuliskan dilarang buang sampah.
  • 1 lembar sarung milik si marbot.
  • 1 pecahan kaca.
  • 1 buah stand mic.
  • 1 buah potongan kayu yang patah.



Sementara barang milik korban, berupa :


  • 1 buah tas selempang warna cokelat.
  • 1 buah tas punggung milik korban,
  • 1 pasang baju kemeja lengan pendek warna abu-abu gelap dan celana cokelat milik korban yang berlumuran darah.
  • 1 buah motor milik korban dalam kondisi terbakar.
  • 1 buah helm milik korban, yang digunakan untuk memukuli dirinya, serta
  • 1 pasang sandal jepit warna hitam.



Bapak korban H. Baharuddin S.Pd adalah kepala sekolah, dan ibunya, Hj. Hasnillah, adalah seorang guru. Keluarganya cukup terpandang di Manarai, Sulawesi Selatan.

Menurut informasi, baru 3 hari lalu, korban dikirimi uang oleh orang tuanya sebanyak Rp 2 juta,

Para tersangka akan dijerat dengan pasa 170 ayat (2) ke 3 KUHP tentang kekerasan secara bersama- sama terhadap orang yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman
12 TAHUN PENJARA.

Saya pribadi kecewa dan sedih akan kasus tumpahnya darah saudara kita sesama ISLAM di halaman mesjid atau rumah Allah, mudah mudahan tidak terjadi lagi utamanya di NEGARA KITA NEGARA HUKUM yang tercinta INDONESIA.

Sumber : news.rakyatku
Facebook : Josh Munthe





ARTISQQ
Share:
Lokasi: Indonesia

3 komentar:

  1. sungguh keterlaluan tu para pelaku, main hakim sendiri aja bahhh
    dasar bajingan tu pelakunya

    BalasHapus
  2. Biadab dan tidak berperi kmanusian ilmu agama dan ibadahnya seakan tiada guna.hukum para pelakunya dengan ganjaran yg setimpal juga..

    BalasHapus
  3. Itu masjid kenapa di dalam masjid tdk bs menahan sifat binantangnya apa lagi di luar masjid..masyallah...marilah umat islam..ayuk kita jaga hati dan sikap kita...

    BalasHapus

Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com